BETANEWS.ID,JEPARA– Bencana tanah longsor kembali terjadi di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Akibatnya, akses jalan utama menuju desa itu saat ini kembali tertutup.
Berdasarkan video laporan warga yang diterima Betanews.id, material longsor berupa batu dengan ukuran cukup besar serta timbunan tanah dan ranting pohon menutup seluruh permukaan badan jalan dengan lebar sekitar 4 meter.
Terdapat dua titik lokasi jalan yang saat ini tertutup material longsor dengan panjang sekitar 100 meter.
Kepala Desa Tempur, Mariyono mengatakan, bencana longsor pertama kali terjadi pada Senin, (9/3/2026) dari ketinggian tebing sekitar 75 meter. Kemudian pada hari berikutnya Selasa, (10/3/2026) sekitar pukul 21.30 WIB, longsor susulan kembali terjadi.
Ketinggian tebing yang mengalami longsor juga bertambah, sekitar 100 meter dengan lebar sekitar 75 meter.
“Setelah kemarin ada longsor yang titiknya sekitar 75 meter, tadi malam kembali terjadi longsor susulan yang lebih besar,” kata Mariyono dalam laporan yang diterima Betanews.id, Rabu (11/3/2026).
Mariyono mengatakan, karena ukuran batu yang cukup besar, batu tersebut tidak bisa dipecah menggunakan tenaga manusia dan harus menggunakan alat berat.
Baca juga: Mulai Dibangun 2027, Jalur Alternatif Sumanding-Tempur Bakal Difokuskan Jadi Jalur MitigasiÂ
Karena berada di akses utama menuju Desa Tempur melalui Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Mariyono berharap peristiwa tanah longsor itu segera mendapat penanganan.
“Longsor material batunya ini cukup besar. Kalau pakai tenaga manusia tidak bisa, harus menggunakan alat beaker (pemecah batu),” ungkapnya.
Selain menutup akses jalan, Mariyono mengatakan, bencana longsor juga membuat satu tiang listrik roboh, sehingga membuat akses jaringan listrik terputus.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, hari ini pihaknya segera melakukan penanganan bencana tanah longsor yang kembali terjadi di Desa Tempur.
Titik lokasi jalan yang saat ini tertutup material longsor, menurutnya berjarak sekitar satu kilometer sebelum titik lokasi jalan yang kemarin sempat terputus.
“Kendalanya ini ada di alat berat, dua alat berat yang kita butuhkan, bego dan beaker ini posisinya berbeda. Bego di selatan longsor, beaker di sebelah utara longsor. Sehingga masih kita cari alternatifnya,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Editor: Kholistiono

