BETANEWS.ID, KUDUS – Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus meluncurkan layanan Materna (Manajemen Terpadu Kehamilan Aman dan Anak Sehat), Sabtu (7/3/2026) malam. Layanan ini guna mendukung kesehatan ibu hamil hingga proses persalinan.
Direktur RSI Sunan Kudus, dr Ahmad Syaifuddin mengatakan, layanan tersebut lahir dari filosofi bahwa kehamilan harus dipersiapkan dengan baik sejak awal. Menurutnya, tata kelola kehamilan yang terpadu akan membantu ibu menjalani masa kehamilan secara sehat hingga proses persalinan.
“Kalau kehamilannya sehat, maka bayi yang dilahirkan juga bisa sehat dan tumbuh kembangnya optimal,” ujar pria yang akrab disapa Ipul tersebut.
Ia menjelaskan, layanan Materna tidak hanya fokus pada proses persalinan, tetapi juga pendampingan selama masa kehamilan. Pendampingan tersebut dilakukan secara terpadu oleh tim medis yang terdiri dari dokter spesialis kandungan, dokter anak, dokter anestesi, bidan, hingga tenaga psikolog dan rohaniwan.
Dalam layanan tersebut, lanjut Ipul, ibu hamil juga dapat mengikuti berbagai kelas edukasi secara rutin. Di antaranya kelas yoga kehamilan, senam prenatal, edukasi gizi, hingga edukasi mengenai persiapan persalinan dan menyusui.
Baca juga: Lebih Efisien, Alat Ini Jadi Andalan RSI Kudus Tanggulangi Nyeri Pasien Paska Bedah
Menurutnya, salah satu inovasi yang ditawarkan dalam layanan ini adalah painless surgery bagi pasien yang harus menjalani operasi caesar. Metode ini memungkinkan pasien menjalani operasi tanpa merasakan nyeri setelah tindakan.
“Kadang ada kondisi yang mengharuskan ibu melahirkan dengan operasi. Dengan konsep painless surgery ini, operasi bisa dilakukan tanpa rasa nyeri, sehingga ibu tetap bisa melakukan inisiasi menyusui dini,” jelasnya.
Ia menambahkan, metode tersebut memungkinkan pasien lebih cepat pulih setelah operasi. Bahkan dalam waktu dua hingga enam jam setelah operasi, pasien sudah dapat bergerak dan berjalan.
“Dengan proses pemulihan yang lebih cepat, pasien bahkan dapat pulang kurang dari satu hari setelah persalinan jika kondisi kesehatan stabil. Hal ini juga membuat proses perawatan menjadi lebih efisien bagi pasien maupun rumah sakit,” jelasnya.
Dokter Ipul menyebut seluruh tenaga medis yang terlibat dalam layanan Materna telah memiliki kompetensi khusus di bidangnya. Beberapa di antaranya bahkan telah tersertifikasi sebagai konselor ASI serta memiliki pelatihan manajemen nyeri.
“Layanan Materna juga dapat diakses oleh pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan. Diharapkan, layanan ini dapat memberikan akses pelayanan kesehatan ibu yang lebih baik bagi masyarakat,” sebutnya.
Dia menambahkan, program ini juga diharapkan dapat membantu mencegah stunting sejak awal kehidupan anak. Sebab, kesehatan ibu selama masa kehamilan hingga keberhasilan pemberian ASI pada fase awal sangat mempengaruhi tumbuh kembang bayi.
“Harapannya tentu sampai ke sana, yaitu membantu menciptakan generasi yang sehat sejak dalam kandungan,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

