Kandang Ayam Dekat Sekolah Tuai Penolakan, SD di Mejobo Khawatir Ganggu KBM dan Kesehatan Siswa

BETANEWS.ID, KUDUS – Keberadaan kandang ayam petelur yang dibangun di dekat lingkungan sekolah di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, menuai penolakan dari pihak sekolah dan warga. Kandang tersebut berada tepat di sebelah timur dengan jarak sekitar lima meter dari kompleks sekolah dasar (SD) 5 Mejobo, sehingga dikhawatirkan mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) serta kesehatan siswa.

Kepala SD 5 Mejobo, Nur Cholis mengatakan, pihak sekolah awalnya mengetahui pembangunan kandang ayam tersebut dari pihak komite sekolah. Lokasi kandang berada di sebelah timur SD 5 Mejobo dan jaraknya sangat dekat sekitar 5 meter dengan sekolah.

“Awalnya kami tahu dari komite sekolah bahwa di sebelah timur sekolah ada pembangunan kandang ayam. Jaraknya hanya sekitar lima meter dari sekolah,” ujarnya.

-Advertisement-

Menurutnya, keberadaan kandang ayam berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekolah. Selain mengganggu proses KBM, keberadaan kandang tersebut juga dikhawatirkan menimbulkan bau serta risiko kesehatan bagi siswa.

Di sekitar lokasi tersebut terdapat beberapa lembaga pendidikan, yakni SD 5 Mejobo, SD 1 Mejobo, serta TK Pertiwi.

Baca juga: Terancam Badai PHK, Buruh Rokok Kudus Tolak Penerapan Layer Baru SKM dan Aturan Nikotin

“Kami khawatir ini mengganggu proses belajar mengajar dan berdampak pada kesehatan siswa,” jelasnya.

Atas kondisi tersebut, pihak sekolah bersama guru kemudian sepakat menyampaikan keberatan kepada pihak desa setempat. Surat penolakan resmi dilayangkan ke desa.

Sekitar sepekan setelah surat tersebut dikirim, pihak sekolah dipanggil oleh pemerintah desa untuk mengikuti mediasi bersama pemilik usaha kandang ayam tersebut.

Dalam pertemuan itu, pemilik usaha awalnya berencana mengisi kandang dengan 1.000 ekor ayam petelur. Namun setelah adanya keberatan dari sekolah dan warga, jumlah tersebut sempat diturunkan menjadi 500 ekor.

“Kami tetap menolak, berapapun jumlahnya, karena lokasinya terlalu dekat dengan sekolah,” tegasnya.

Meski demikian, kandang yang tak disetujui berbagai pihak tersebut kini telah diisi ayam petelur. Pihak sekolah mengaku baru mengetahui bahwa kandang tersebut ternyata sudah diisi ayam petelur.

“Baru kemarin kami tahu ternyata kandang itu sudah diisi ayam,” ungkapnya.

Pihak sekolah bersama warga berencana melaporkan persoalan tersebut kepada dinas terkait agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD 1 Mejobo, Lilik Subandriyo, mengaku baru mengetahui adanya kandang ayam tak jauh dari sekolahannya setelah mendapat informasi dari pihak SD 5 Mejobo.

“Baru tahu hari ini setelah diberi tahu kepala SD 5 Mejobo. Kalau memang mengganggu lingkungan, tentu kami juga keberatan,” ujarnya.

Kepala Desa mejobo, Sueb Jamaludin saat dikonfirmasi tak ada jawaban. Baik saat dikonfirmasi melalui telepon beberapa kali tidak menjawab, bahkan panggilan sempat ditolak. Namun beberapa menit kemudian, Sueb mengirim pesan melalui WhatsApp.

“WA riyen njeh,” katanya.

Baca juga: Jelang Mudik Lebaran 2026, Bupati Kudus Targetkan 99 Persen Lubang Jalan Tertambal

Namun saat dimintai keterangan soal keberadaan kandang ayam dekat dengan lingkungan sekolah di wilayahnya, Sueb hingga kini tak ada jawaban

Menanggapi hal tersebut, Camat Mejobo, Amin Rahmad mengatakan, pihak kecamatan sudah menerima informasi terkait pembangunan kandang ayam tersebut dan telah berkoordinasi dengan pemerintah desa.

“Dari desa sudah ada komunikasi dengan warga. Ada yang setuju dan ada juga yang menolak,” jelasnya.

Ia menyebut saat dilakukan pengecekan sebelumnya kandang ayam belum beroperasi, namun bangunan dan fasilitasnya sudah siap digunakan.

Pihaknya juga memastikan akan terus memantau perkembangan di lapangan. Jika nantinya keberadaan kandang ayam menimbulkan gangguan bagi lingkungan sekitar, langkah lanjutan akan dilakukan bersama unsur Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan).

“Kalau nanti benar-benar menimbulkan gangguan, kami akan koordinasi dengan Polsek dan Koramil untuk menindaklanjuti,” katanya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER