Malam itu, di tepi jalan HM Subchan ZE No 22, Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus tepatnya depan Cafe Soho, terdapat sebuah lapak yang sedang dipadati oleh beberapa pelanggan. Di sana tampak sejumlah orang yang duduk di bangku plastik, sesekali mengobrol sambil menunggu pesanan datang.
Sementara itu, tampak tiga orang yang sedang sibuk menyiapkan pesanan. Satu di antaranya adalah Elok (48), pemilik lapak Gultik Mantan.
Di tengah kesibukannya, Elok sudi bercerita tentang usaha tersebut. Ia menjelaskan, bahwa Gultik (Gulai Tikungan) Mantan, adalah salah satu kuliner khas Jakarta yang kerap diserbu banyak pembeli di mana pun berada. Dan Gultik Mantan milik Elok juga mendapat antusias yang sama. Tidak butuh waktu lama untuk mendapat pelanggan.
Baca juga: Mencicipi Pindang Serani, Makanan Khas Jepara yang Cocok Jadi Menu Berbuka Puasa
“Mulai jualan sejak 1 September 2024. Sebelum jualan gultik ini dulu pernah jualan bakso kakap di dekat sini. Saya sebenarnya punya bisnis konveksi baju, jadi jualan gultik ini sampingan,” terangnya saat ditenui beberapa waktu lalu.
Elok melanjutkan, bahwa gultik identik dengan porsi kecilnya yang pas untuk dinikmati malam hari. Setiap porsi terdiri dari nasi putih, irisan daging sapi atau ayam, dan kuah gulai yang gurih. Harganya cukup terjangkau, yaitu Rp12.000 per porsi, baik gultik ayam ataupun gultik sapi.
“Kalau pertama dulu yang suka banyak anak-anak muda ya, tapi kalau sekarang campur, sampai orang tua juga pada suka,” katanya.
Dalam sehari, Gulik Mantan yang buka mulai pukul 17.30 WIB hingga 23.00 WIB itu, bisa menjual hingga sekitar 200 porsi. Dari penjualan tersebut, ia bisa meraup omzet hingga Rp2 juta.
Baca juga: Dari Hobi Jajan, Nadia Kini Sukses Dagang Sempolan di Gor Kudus
“Yang khas itu kuahnya, kental dan kaya bumbu. Jadi kita masak dengan cara tradisional, rempah-rempahnya harus pas, biar rasanya tetap konsisten,” tambahnya.
Penulis: Sherly Nabela Octavia, Mahasiswa Magang PBSI UMK
Editor: Ahmad Rosyidi

