BETANEWS.ID, KUDUS – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan pasokan serta distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah Jepara, Kudus, dan Pati tetap terjaga. Hal ini dilakukan meskipun sejumlah kawasan di wilayah tersebut terdampak banjir akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Beberapa jalur distribusi sempat terdampak genangan air, di antaranya kawasan Trengguli di Kabupaten Demak, wilayah Kaligawe dan Pengapon di Kota Semarang, serta jalur penghubung Kudus–Jepara–Juwana. Untuk mengantisipasi gangguan distribusi, Pertamina melakukan rekayasa jalur suplai dan penyesuaian pola pengiriman.
Baca Juga: Modifikasi Cuaca Sudah Dilakukan, Kenapa Hujan Masih Guyur Lereng Muria? Begini Kata BMKG
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif serta langkah mitigasi di lapangan guna menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat.
“Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM dan elpiji di wilayah Jepara, Kudus, dan Pati tetap aman. Kami melakukan pengaturan distribusi, termasuk pengiriman pada dini hari saat lalu lintas relatif lengang, serta mengalihkan jalur suplai agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi meski ada kendala banjir,” ujar Taufiq melalui siaran tertulisnya, Sabtu (17/1/2025).
Ia menjelaskan, pengaturan operasional dilakukan dengan memprioritaskan mobil tangki menuju wilayah terdampak. Selain itu, jalur alternatif melalui Grobogan–Mranggen dimaksimalkan untuk menghindari ruas jalan yang tergenang banjir.
Guna menjaga stabilitas pasokan elpiji, khususnya bagi masyarakat terdampak, Pertamina juga menyiapkan tambahan pasokan elpiji 3 kilogram secara fakultatif. Untuk Kabupaten Jepara disalurkan tambahan 33.600 tabung, Kabupaten Kudus sebanyak 29.080 tabung, dan Kabupaten Pati sebanyak 37.520 tabung.
“Penambahan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan elpiji tetap aman, menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen, serta mencegah potensi kelangkaan yang bisa dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab. Dengan pasokan yang cukup, masyarakat diharapkan tetap bisa membeli elpiji sesuai Harga Eceran Tertinggi,” jelasnya.
Sementara itu, sejumlah SPBU di Kabupaten Kudus terpaksa menghentikan operasional sementara akibat terdampak banjir demi menjaga keselamatan dan kualitas layanan. SPBU tersebut antara lain SPBU 43.593.18 di Jalan Lingkar Utara Bacin, SPBU 44.593.15 di jalur Pantura Demak–Kudus, serta SPBU 48.595.05 di Jalan Raya Demak, perbatasan Kudus–Demak.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina mengarahkan masyarakat untuk melakukan pengisian BBM di SPBU terdekat yang masih beroperasi, seperti SPBU Matahari di Jalan Jenderal Ahmad Yani, SPBU Prambatan di Jalan Raya Kudus–Jepara, SPBU Hadipolo di Jalan Raya Kudus–Pati, serta SPBU Rendeng di Jalan Jenderal Sudirman, Kudus.
Terkait kualitas produk, Taufiq menegaskan seluruh fasilitas yang terdampak banjir tidak akan kembali beroperasi sebelum melalui proses pemeriksaan menyeluruh sesuai standar keselamatan dan mutu.
Baca Juga: Fenomena Tekanan Rendah Lokal Disebut Jadi Pemicu Bencana di Muria Raya
“Kami memastikan kualitas BBM dan elpiji tetap sesuai standar. SPBU yang terdampak banjir akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum kembali melayani masyarakat,” tegasnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan pemantauan berkelanjutan untuk memastikan distribusi energi tetap aman, lancar, dan berkualitas di tengah kondisi cuaca ekstrem. Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait produk dan layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Call Center 135.
Editor: Haikal Rosyada

