BETANEWS.ID, KUDUS – Hujan ekstrem yang mengguyur Kabupaten Kudus sejak semalam mengakibatkan Jalan Raya Pantura Kudus–Pati terendam banjir, Senin (12/1/2025). Dampaknya, arus lalu lintas di jalur utama penghubung Pantura tersebut lumpuh dan memicu kemacetan panjang dari dua arah.
Pantauan di lapangan, genangan banjir terjadi di Jalan Pantura Kudus–Pati tepatnya di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae. Air menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 100 meter, membuat kendaraan harus berjalan pelan bahkan banyak yang terpaksa berhenti.
Kemacetan dari arah barat terpantau mengular sejak Pemerempatan Jepang, Kecamatan Mejobo. Sementara dari arah timur, antrean kendaraan mengular mulai dari lampu merah Krawang, Kecamatan Jekulo.
Baca juga: Akses Jalan Terputus Banjir, Dukuh Karangturi Terisolir
Sejumlah personel Polres Kudus terlihat siaga di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas. Tak hanya mengurai kemacetan, petugas juga membantu mendorong sepeda motor warga yang mogok setelah nekat menerobos genangan banjir.
Kasatlantas Polres Kudus, AKP Royke Darean, mengatakan banjir yang menggenangi jalur Pantura tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Dawe akibat hujan dengan intensitas tinggi.
“Genangan air di jalur Pantura Kudus–Pati sudah terjadi sejak semalam. Ketinggian air sekitar selutut orang dewasa,” ujar AKP Royke saat ditemui di lokasi, Senin (12/1/2025).
Ia menyebut, kondisi tersebut menyebabkan lalu lintas hanya bisa bergerak padat merayap. Selain itu, banyak kendaraan roda dua yang mengalami mogok karena mesin terendam air.
“Untuk pengaturan lalu lintas dan membantu pengendara yang motornya mogok, kami menerjunkan sekitar 15 personel di lokasi,” jelasnya.
AKP Royke menambahkan, Jalan Pantura merupakan akses utama dari Kudus menuju Pati, Rembang, hingga Surabaya. Sementara jalur alternatif di wilayah Kecamatan Mejobo terpaksa ditutup karena genangan banjir lebih tinggi, bahkan mencapai pinggang orang dewasa.
Baca juga: Hujan Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Kudus, Ribuan Warga Terdampak
“Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan melintas jika tidak ada keperluan mendesak. Cuaca masih ekstrem, keselamatan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Salah satu pengendara, Tri Utami, mengaku terpaksa menerobos banjir karena hendak berangkat kuliah ke Semarang dan tidak mengetahui adanya jalur alternatif lain.
“Saya tidak tahu kalau Pantura terendam banjir. Karena tidak tahu jalan lain, akhirnya nekat lewat dan motor langsung mogok. Untung ada polisi yang membantu mendorong,” ujarnya.
Editor: Suwoko

