Akses Jalan Terputus Banjir, Dukuh Karangturi Terisolir

BETANEWS.ID, KUDUS – Cuaca ektream yang terjadi di wilayah Kabupaten Kudus beberapa hari ini mengakibatkan sejumlah wilayah terkena banjir. Seperti Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, yang tergenang banjir sejak Minggu (11/1/2026) kemarin. 

Bahkan, hingga hari ini (12/1/2026) ketinggian airnya mencapai 70 sentimeter dan memutus akses jalan di Dukuh Karangturi. Warga setempat harus memutar arah jalan lain untuk melakukan rutinitasnya sehari-hari, dengan melewati jalan di Dukuh Setro. 

Kepala Desa Setrokalangan, Didik Handono menyampaikan, genangan air di desa yang kerap menjadi langganan banjir itu semakin tinggi. Menurutnya, hal itu disebabkan adanya air kiriman dari Sungai Dawe dan Sungai Mijen. 

-Advertisement-

Baca juga: Hujan Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Kudus, Ribuan Warga Terdampak

Apalagi, cuaca yang saat ini masih hujan dengan intensitas tinggi, berpotensi air akan semakin bertambah. Saat ini kondisi air di sana dengan ketinggian antara 20 hingga 70 sentimeter. Titik paling tinggi, katanya di RT 1 RW 2 yang mencapai ketinggian 70 sentimeter.

“Untuk banjir yang terjadi di sini mulai kemarin. Hingga saat ini air semakin bertambah dengan cepat,” bebernya saat ditemui di lokasi, Senin (12/1/2026).

Setidaknya ada sebanyak 35 rumah terendam dengan sebanyak 50 kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir yang terjadi. Selain itu, meski Dukuh Karangturi dalam kondisi aman, namun untuk akses di sana terputus atau tidak bisa dilalui oleh kendaraan, sehingga tetap mengganggu aktivitas warga.

“Dukuh Karangturi terisolir karena akses jalan di sana sudah tidak bisa dilewati oleh motor. Sebab, ketinggian air akses jalan mencapai 70 sentimeter. Tadi pagi para pekerja dan anak sekolah sudah melewati jalan di Dukuh Setro, karena memang jalan di sana airnya sudah tinggi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, dengan bertambahnya air ketua RT dan RW berinisiatif untuk membuat penampungan motor bagi masyarakat. Mengingat mobilitas warga terganggu akibat banjir yang terjadi.

Baca juga: Banjir Rendam Jalan Alternatif Kudus–Pati, Puluhan Motor Mogok di Mejobo

“Kalau memang dibutuhkan, posko kebencanaan akan kami buat. Sementara ini, akan kita tampung di masjid dulu, kalau memang sudah ada pengungsi, Pemdes akan membuat posko bencana,” jelasnya. 

Dia berharap, semoga banjir secepatnya bisa surut, agar masyarakat bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Terlebih petani di sana juga terdampak akibat area persawahan mereka tergenang air.

Salah satu warga, Muhdi (52) menyampaikan, kondisi banjir di Desa Setrokalangan semakin bertambah dengan cepat. Dia menyebut, perluya penanganan dari pihak terkait untuk melakukan pembenahan aliran sungai yang mengalami kedangkalan. 

“Ini perlu penanganan untuk sungai alirannya agak terhambat yang mengalir ke arah Dorang, Soalnya sungai dangkal dan debit air Sungai Serang dan Lusi juga tinggi, jadi air di sini tidak bisa keluar,” imbuhnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER