BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam rangkaian kegiatan Ta’sis Menara Kudus ke-491, Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) menggelar Kuliner Jadul di Taman Menara. Kegiatan yang digelar Jumat-Kamis (2-8/1/2025) itu mengajak pengunjung bernostalgia ke masa lampau, dengan menyuguhkan kudapan legendaris.
Ketua Panitia Pasar Kuliner Jadul Menara, Hertanto Tri Saputro mengatakan, gelaran Pasar Kuliner Jadul digelar setiap tahun untuk memeriahkan perayaan Ta’sis Menara Kudus. Setidaknya ada sebanyak 21 stand UMKM dalam rangka melestarikan jajanan jadul tempo dulu.
Baca Juga: Tegas! Wabup Kudus Wajibkan ASN Lakukan Pemilahan Sampah dari Rumah TanggaÂ
“Kegiatan kuliner jadul sudah ada sejak 2017 silam dan menjadi daya tarik tersendiri bagi peziarah serta wisatawan. Untuk stand yang ada, kami upayakan menjual jajanan jadul dan tidak ada makanan kekinian,” bebernya saat ditemui di lokasi, Jumat (2/1/2026).
Dirinya menilai keberadaan pasar kuliner jadul bisa menjadi ajang bernostalgia bersama kerabat, teman dan keluarga pada makanan-makanan tempo dulu. Dia berharap, event ini bisa menarik antusias masyarakat Kudus supaya geliat ekonomi semakin terangkat, kuliner jadul juga ikut dilestarikan.
“Biasanya ramai ketika sore menuju malam hari, apalagi diselingi dengan pertunjukan hadroh saat malam hari selama event berlangsung,” tandasnya.
Anto menyebut, antusias pedagang pada gelaran kuliner jadul sangat tinggi. Menurutnya, ada sebanyak 40 pendaftar, padahal secara ketersediaan lapak hanya 21 stand saja.
“Sehingga kami mengkurasi beberapa UMKM yang memang menjual jajanan jadul saja. Untuk penjual makanan kekinian tidak lolos seleksi, mengingat sesuai dengan amanah pendahulu harus menyediakan makanan jadul,” jelasnya.
Baca Juga: Sepanjang Tahun 2025 Terdapat 1.124 Lakalantas di Kudus, Kerugian Capai Rp818,65 juta
Sementara itu, salah satu pengunjung asal Kecamatan Gebog, Dina mengaku antusias dengan adanya kegiatan kuliner jadul. Ia mengetahui adanya kegiatan itu, dari postingan Instagram dan mengajak adiknya datang usai ziarah ke makam Sunan Kudus.
“Sengaja ke sini setelah berziarah ke makam Sunan Kudus. Ini membeli roti Maryam dan beberapa jajanan jadul lainnya,” ungkapnya.
Editor: Haikal Rosyada

