BETANEWS.ID, JEPARA – Progam Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jepara ikut memberdayakan penyandang disabilitas. Saat ini terdapat dua relawan penyandang disabilitas yang bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jepara.
Mereka yaitu M Syarifuddin Yahya, penyandang tuna rungu yang bekerja di SPPG Desa Jlegong, Kecamatan Keling dan Sutriyono, penyandang cerebral palsy (kelainan pada kaki dari kecil) yang bekerja di SPPG Mayonglor 1, Kecamatan Mayong.
Baca Juga: Siap Jadi Sentra Peternakan, 110 Warga di Batealit Jepara Terima Bantuan Kambing Boer
Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan peluang keterlibatan penyandang disabilitas di sektor pelayanan publik, khususnya program pangan bergizi, perlu diperluas untuk menghadirkan SPPG yang lebih inklusif.
Ke depan, ia berharap ada lebih banyak disabilitas yang bisa beraktivitas di SPPG. Selain itu, penerima progam MBG dari kalangan penyandang disabilitas juga bisa lebih banyak.
Untuk saat ini, penyandang disabilitas yang sudah menerima progam MBG di Jepara yaitu 468 siswa jenjang SD-SMA di SLB Senenan.
“Hari Disabilitas Internasional diperingati tiap 3 Desember. Kita akan selalu pastikan mereka mendapatkan hak-haknya baik terkait pendidikan maupun kesempatan kerja,” kata Wiwit pada Betanews.id, Rabu (3/12/2025).
Berdasarkan data dari Badan Gizi Nasional (BGN), penerima MBG di Jepara tidak hanya kalangan siswa, tapi juga ibu hamil dan ibu menyusui. Dari 190.442 penerima, sebanyak 1.131 merupakan ibu menyusui dan 624 adalah ibu hamil.
Serta sebanyak 2.564 bayi di bawah lima tahun dan 31.168 siswa taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan usia dini (PAUD). Sisanya, sebanyak 156.710 merupakan siswa mulai jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).
Baca Juga: Jelajah Wisata Jepara Kini Bisa Ditempuh Pakai Mobil Jeep
Sementara itu, Kepala Satgas Percepatan Progam MBG Jepara Muhammad Ibnu Hajar mengingatkan tentang pentingnya operasional dan tata kelola distribusi bantuan pangan bergizi.
“Saya mengingatkan bahwa proses distribusi atau pemorsian harus dilakukan hati-hati, transparan, dan higienis. Banyak masukan masyarakat masuk ke kami. Tolong ini diperhatikan,” tegasnya.
Editor: Haikal Rosyada

