BETANEWS.ID, JEPARA – Layaknya seorang ibu yang memiliki anak perempuan, Effy Retno Indarwati (36) memiliki rasa kepuasan tersendiri saat bisa mendandani putri semata wayangnya dengan berbagai pakain yang membuat anaknya tampil menggemaskan.
Bagi perempuan asal Desa Srobyong, Mlonggo, Jepara, itu, pakaian tidak sekedar penutup tubuh. Melalui pakaian, ia mampu mengeksplor kemampuannya, sehingga berhasil mendirikan Kenes Kidswear dengan memberdayakan penjahit sekitar.
Baca Juga: Jelang Musim Penghujan, Pemkab Jepara Kebut Normalisasi Aliran Sungai
Ditemui di tokonya yang berlokasi di Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Kauman, Kecamatan/Kabupaten Jepara, Effy bercerita nama Kenes terinspirasi dari nama putrinya, yang berarti perempuan yang cantik dan menggemaskan.
Arti kata itu yang kemudian menjadi dasar baginya dalam menciptakan berbagai desain pakaian anak yang ia produksi.
“Saya ingin setiap anak bisa tampil sesuai umurnya, tentunya dengan harga merakyat namun tetap berkualitas,” ujarnya.
Sebelum mendirikan Kenes Kidswear, dulunya ia merupakan karyawan perusahaan swasta ternama di Kabupaten Jepara selama 13 tahun. Akan tetapi, pada tahun 2023 kontrak kerjanya tidak diperpanjang.
Tak patah arang, Effy kemudian membuka kembali bisnis pakaiannya. Sebenarnya, bisnis itu sudah dimulai pada 2014, namun terhenti di 2020 karena melahirkan.
“Di awal merintis kembali, banyak tantangannya, salah satunya yaitu dipandang sebelah mata oleh masyarakat karena merknya merk lokal,” katanya.
Tidak ingin menyerah, Effy kemudian mencoba berinovasi dengan memadupadankan pakain anak yang ia buat dengan kain wastra atau kain tradisional, berupa batik dan tenun.
Inovasi itu ia dapatkan saat mengikuti program BRIncubator, yaitu program pendampingan secara intensif yang diselenggarakan oleh Bank BRI untuk membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar naik kelas dan bisa bersaing di pasar global.

Effy sudah dua kali mengikuti program BRIncubator. Pertama pada Bulan Oktober-November 2023. Di program itu ia mendapat Juara II peserta terbaik Program BRINcubator Batch II 2023 yang diselenggarakan oleh Rumah BUMN BRI Jepara.
Di tahun selanjutnya, ia berhasil lolos kurasi dan kembali menjadi peserta BRIncubator Nasional yang diadakan pada bulan November-Desember 2024 secara daring.
“Saat di BRIncubator Nasional itu saya diajari bagaimana membuat inovasi sebuah produk. Karena di Jepara (brand) saya ini dipandang sebelah mata. Kemudian saya berinovasi menggunakan bahan yang terbuat dari kain wastra untuk membuat pakaian dari brandnya kenes. Alhamdulillah sejak itu, Kenes mulai dilirik,” tuturnya.
Produk pakaian dari Kenes menurutnya juga semakin berkembang dan memiliki pasar yang meluas hingga luar kota, setelah ia mengikuti pameran BRI UMKM EXPO(RT) pada 30 Januari – 2 Februari 2025 di ICE BSD City, Tangerang.
Jika tadinya, pembeli brand pakaian anak miliknya didominasi dari Kabupaten Jepara dan sekitarnya, sekarang menurut Effy ada juga berasal dari Jakarta dan Bandung.
Baca Juga: Kawasan Hutan Gunung Muria di Jepara Ikut Diusulkan Jadi Hutan Konservasi, Ini Lokasinya
Effy bercerita, ia kini semakin percaya diri untuk mengembangkan Kenes Kidswear setelah mengikuti program pelatihan dan pameran yang diselenggarakan oleh Bank BRI.
“Ilmu yang saya dapat dari BRIncubator sangat menunjang bisnis saya di Kenes. Bisnis saya jadi lebih terarah, saya jadi punya planning, di tahun ini saya mesti ngapain, tahun depan mesti apa, itu sudah ada plan,” ujar Effy dengan penuh percaya diri.
Editor: Haikal Rosyada

