Jelang Musim Penghujan, Pemkab Jepara Kebut Normalisasi Aliran Sungai

BETANEWS.ID, JEPARA – Menjelang musim penghujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mulai melakukan sejumlah mitigasi. Salah satunya dengan menyebut normalisasi aliran sungai.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan ia sudah menginstruksikan kepada jajaran pemerintah daerah di masing-masing kecamatan agar setiap minggunya melaksanakan kerja bakti lingkungan.

Baca Juga: Resmi Disahkan, APBD Jepara 2026 Defisit Rp159 M

-Advertisement-

Kerja bakti itu meliputi penormalisasian aliran sungai dari sampah, mengangkat sedimentasi, serta memastikan aliran air tetap lancar agar tidak terjadi banjir.

“Setiap minggu kita agendakan kerja bakti untuk mengajak masyarakat membersihkan lingkungan, terutama menjelang musim penghujan. Kita peduli pada lingkungan, sehingga saluran-saluran air kita normalkan supaya dapat mengalir dengan baik,”kata Wiwit saat mengecek saluran irigasi dan Sungai SWD II di Desa Mayong Kidul, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jumat (28/11/2025).

Selain melakukan pembersihan aliran sungai, ia juga meminta agar saluran irigasi pertanian turut dilakukan pengecekan secara rutin. Hal itu untuk memastikan kesiapan memasuki Masa Tanam (MT) pertama bagi petani.

Dengan aliran air yang lancar, ia berharap para petani mendapatkan pasokan air yang cukup sehingga ketahanan pangan daerah tetap terjaga.

“Ini juga untuk persiapan masa tanam satu agar petani bisa mendapatkan air yang cukup sehingga ketahanan pangan kita berhasil,” tambahnya.

Baca Juga: Baru Punya Satu, Wiwit Bakal Usulkan SLB di Jepara Ditambah 

Untuk itu, ia mengimbau tidak hanya kepada jajaran pemerintah di tingkat kecamatan, tetapi juga desa agar turut mengajak masyarakat serta selalu mengingatkan agar menjaga kebersihan saluran yang telah dibersihkan. Dan memastikan masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami mengimbau kepada camat dan petinggi agar setelah dibersihkan, kondisinya tetap dijaga. Jangan membuang sampah sembarangan. Ini aset kita bersama, supaya sungai tidak tercemar dan tetap berfungsi baik untuk pertanian maupun aktivitas masyarakat lainnya,” tegasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER