BETANEWS.ID, JEPARA – Memasuki musim pancaroba, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Demam Dengue (DD) di Kabupaten Jepara mulai meningkat. Hingga awal bulan November 2025, total terdapat 2.327 kasus.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara, Agus Charda menyebutkan Penderita DD di Kabupaten Jepara pada minggu ke 43, yaitu pada 20-26 Oktober 2025 adalah 19 kasus.
Baca Juga: Pemkab Jepara Bangun Lapangan Tenis Baru, Masyarakat Nantinya Bisa Ikut Mengakses
Pada minggu ke-44, yaitu pada 27 Oktober – 2 November 2025 jumlah penderita mengalami peningkatan menjadi 26 kasus.
Adapun jika ditotal, dari minggu ke 1-44, yaitu 1 Januari – 2 November 2025, jumlah penderitanya ada 2.327 orang. Terdiri dari DD 2.224 kasus dan DBD sebanyak 102 kasus.
”Dari semua kasus tersebut, dari Januari sampai awal November ini terdapat satu kasus meninggal dunia,” sebutnya pada Sabtu, (8/11/2025).
Agus menjelaskan, kondisi cuaca yang mulai memasuki musim pancaroba membuat nyamuk Aedes aegypti mudah berkembang biak. Sehingga kasus DD dan DBD meningkat pada periode ini.
Kasus DBD di Jepara menurut Agus juga cenderung menyebar di seluruh kecamatan. Untuk itu, upaya pencegahan dan penanganan menurutnya akan dilakukan di semua wilayah.
Sebagai upaya pencegahan dan penanganan kasus, ia mengatakan Dinkes telah melakukan berbagai upaya. Seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang melibatkan Puskesmas hingga desa dan kelurahan. Dalam program ini, Masyarakat diminta turut aktif dalam pengendalian sarang nyamuk melalui PSN.
Dengan cara menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi terisi air, dan menaburkan bubuk larvasida pada penampungan air.
Baca Juga: Karimunjawa Akhirnya Punya Transportasi Umum, Siap Beroperasi Mulai Tahun Depan
”Yang paling penting adalah pencegahan. Kami terus mengajak masyarakat melalui berbagai sarana, termasuk video edukasi,” bebernya.
Terkait kesiapan fasilitas kesehatan dalam penanganan kasus, Agus Charda juga memastikan seluruh fasilitas kesehatan dan rumah sakit telah siap. Terdapat tujuh rumah sakit dan 22 puskesmas di Jepara yang siap menerima pasien DD atau DBD.
Editor: Haikal Rosyada

