31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Waktu Distribusi MBG di Dukuhseti Diubah Usai Protes Pedagang Keliling

BETANEWS.ID, PATI – Setelah sempat memicu protes dari puluhan pedagang keliling, jadwal pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Dukuhseti akhirnya diubah. Pemerintah Kecamatan menegaskan, kebijakan ini diambil demi menyeimbangkan antara kepentingan pedagang lokal dan kelancaran program gizi dari pemerintah pusat.

Puluhan PKL sebelumnya menggelar aksi protes pada Rabu (5/11/2025). Mereka menilai jadwal pembagian MBG pada saat jam istirahat sekolah,  membuat penjualan mereka merosot tajam.

Baca Juga: KAPI Nilai Penetapan Tersangka Supriyono dan Teguh Merupakan Serangan Balik Terhadap Demokrasi

-Advertisement-

Menindaklanjuti hal itu, Camat Dukuhseti, Suhartono mengundang perwakilan PKL dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk duduk bersama dalam audiensi di Aula Kantor Kecamatan, Jumat (7/11/2025).

Hasilnya, kedua pihak sepakat untuk menggeser waktu pendistribusian MBG dari semula pagi hari menjadi setelah jam istirahat pertama.

”Kami pertemukan dari kelompok PKL dan SPPG. PKL minta pembagian MBG itu setelah istirahat pertama. Setelah rembuk dengan pihak terkait, dinas pendidikan, guru, kemenag dan SPPG akhirnya disepakati setelah istirahat,” ujar Suhartono.

Kebijakan baru ini juga mempertimbangkan kondisi siswa di jenjang yang berbeda. Untuk kelas 1 dan kelas 2 SD, pembagian MBG tetap diperbolehkan sebelum pukul 09.00 WIB, sedangkan untuk kelas 3 SD ke atas hingga SMA akan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.

”Semoga ini bisa diterima oleh SPPG maupun PKL. Semoga nanti SPPG menindaklanjuti. Kalau kelas 1 dan 2 dibagikan saat pagi. Untuk kelas 3 ke atas setelah istirahat pertama atau jam 10 ke atas,” kata Suhartono.

Keputusan ini disambut lega oleh para pedagang. Muhammad Zamroni, perwakilan pedagang keliling Dukuhseti, mengaku hasil audiensi tersebut memberi sedikit ruang bernapas bagi rekan-rekan sesama PKL.

”Kami dari kelompok pedagang sangat puas dengan hasil ini. Semua berkomitmen untuk menghormati keputusan. PKL jalan dan MBG juga harus jalan karena ini program pemerintah,” kata penjual gorengan tersebut.

Sebelumnya, Zamroni mengaku omzetnya anjlok hingga 50 persen sejak program MBG mulai berjalan di sekolah-sekolah wilayah Dukuhseti.

”Sebelumnya memang dampaknya luar biasa. Sementara MBG bergulir di sekolah, pendapatan kami turun drastis hampir 50 persen lebih. Untuk (beli) bahan bakunya saja kami kerepotan,” bebernya.

Meski begitu, para pedagang tetap mendukung jalannya program MBG selama pembagiannya tak mematikan usaha kecil mereka.

Baca Juga: Bansos Puso Rp29 Miliar Masih Belum Cair, Ribuan Petani Pati Masih Menunggu Haknya

”Karena pembagiannya biasanya saat jam istirahat pertama. Jualan kami saat istirahat juga. Kami juga perlu makan. Kita juga dukung MBG tapi kami juga perlu makan,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan SPPG Kecamatan Dukuhseti memilih tidak memberikan keterangan setelah audiensi tersebut berakhir.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER