31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Tim Judo Jateng Sumbang Emas di PON Bela Diri Kudus 2025

BETANEWS.ID, KUDUS – Tim Judo Jawa Tengah sukses menorehkan prestasi gemilang pada ajang PON Bela Diri 2025 di Djarum Arena Kaliputu, Kabupaten Kudus. Duet Cynthia Trubus Octaviani dan Lie Grace Nathalia Tedjawijaya tampil memukau di nomor Ju No Kata, dan berhasil meraih skor tertinggi 370,5, sekaligus memastikan medali emas untuk kontingen Jawa Tengah.

Pasangan ini tampil begitu kompak sejak awal pertandingan. Gerakan mereka yang presisi, ekspresif, dan penuh tenaga berhasil memikat perhatian dewan juri maupun penonton. Di bawah sorotan lampu arena yang menyala terang, Cynthia dan Grace membawakan teknik demi teknik dengan ritme yang harmonis, menegaskan kematangan latihan mereka selama berbulan-bulan.

Baca Juga: Kudus Gegap Gempita! PON Bela Diri 2025 Resmi Dimulai, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Jalan

-Advertisement-

Hasil itu menempatkan Jawa Tengah di posisi puncak, mengungguli wakil Bali, pasangan Ni Nyoman Suwitri dan Ni Made Sukerti, yang memperoleh skor 348,5. Sementara posisi ketiga diraih tim Jawa Barat, Yashinta Gustianti dan Puspita Dewi, dengan skor 334,5. Adapun peringkat keempat ditempati tim Banten, Intan Octavianti Putri dan Putri Dhamma Yanthi, yang mengantongi skor 331 poin.

Dalam wawancaranya, Cynthia tak kuasa menutupi rasa syukur dan bangganya. “Hari ini kami tampil di urutan pertama, dan atas izin Tuhan kami bisa langsung meraih juara satu. Lawan-lawan kami cukup kuat, terutama dari Bali dan Jawa Barat, tapi kami tetap fokus dan percaya diri,” ujarnya, Mingu (13/10/2025).

Ia juga mengungkapkan bahwa gelar ini bukan datang begitu saja, melainkan hasil latihan panjang dan disiplin tinggi. “Kami sudah mempersiapkan diri sejak lama, dengan target medali emas. Setelah sebelumnya di PON Aceh kami juga berhasil membawa pulang emas, kami ingin mempertahankannya di Kudus,” kata Cynthia.

Sementara itu, Lie Grace Nathalia menyoroti pentingnya ketepatan dan kejelasan setiap teknik dalam kategori seni Ju No Kata. “Dalam judo, terutama di nomor seni, setiap gerakan harus jelas dan bisa dipahami bahkan oleh penonton awam. Mulai dari bagaimana merusak keseimbangan lawan, hingga cara uke menerima teknik serangan, semua harus presisi,” jelasnya.

Menurut Grace, detail teknik menjadi faktor penting yang membedakan penampilan mereka dari peserta lain. “Kami ingin setiap jurus bisa ‘bercerita’. Jadi, penonton tahu ini adalah bentuk serangan, dan wasit pun bisa menilai dengan lebih objektif,” tambahnya.

Keduanya mengaku, kemenangan ini juga menjadi hasil dari evaluasi berkelanjutan setelah setiap pertandingan. “Kami selalu memperbaiki kekurangan di setiap kejuaraan. Dari situ, kami belajar dan berkembang. Hasil hari ini membuktikan kerja keras itu tidak sia-sia,” ujar Cynthia.

Bagi Grace, PON Bela Diri ini menjadi pengalaman baru yang tak terlupakan. “Event ini sangat bergengsi, bahkan di atas level Kejurnas. Kami bangga bisa mewakili Jawa Tengah dan berkontribusi di ajang pertama yang mempertemukan berbagai cabang bela diri dalam satu panggung besar,” katanya.

Selain menjadi ajang pembuktian, PON Bela Diri juga menjadi momentum penting bagi para atlet untuk mengumpulkan poin menuju PON reguler 2028 di NTB. “Hasil di Kudus ini menjadi catatan penting. Peringkat satu hingga delapan di PON Bela Diri mendapat poin resmi untuk seleksi PON berikutnya,” terang Cynthia.

Menurut keduanya, penyelenggaraan PON Bela Diri yang diinisiasi oleh KONI Pusat dan Djarum Foundation ini memberikan warna baru bagi dunia olahraga Indonesia. “Atmosfernya luar biasa. Penontonnya ramai, panitianya rapi, dan fasilitasnya juga bagus. Kami merasa sangat dihargai sebagai atlet,” ucap Grace.

Baca Juga: Karateka Pati Fokus ke Kejuaraan Dunia, Absen di PON Beladiri

Kemenangan tim Jawa Tengah ini juga disambut hangat oleh masyarakat Kudus yang hadir di arena. Sorakan dan tepuk tangan mengiringi momen pengalungan medali, menjadi simbol kebanggaan bagi kontingen Jateng yang berhasil menjaga tradisi emas di cabang judo.

“Semoga prestasi ini bisa memacu semangat atlet-atlet muda Jateng untuk terus berlatih dan menorehkan prestasi lebih tinggi lagi,” tutup Cynthia dengan senyum bahagia.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER