31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Proyek Pelabuhan Jepara Butuh Waktu 5 Tahun Sampai Bisa Beroperasi 

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kembali kedatangan calon investor yang berencana untuk menggarap proyek pelabuhan niaga di Kota Ukir. 

Sama seperti sebelumnya, calon investor yang tertarik berasal dari Negeri Matador atau Spanyol. Namun kali ini rombongan yang datang yaitu dari delegasi ASEMPEA atau organisasi Kamar Dagang (Kadin) di Spanyol. 

Baca Juga: Tiga Bulan Hilang, Warga Cepogo Jepara Ditemukan Sudah Jadi Tengkorak

-Advertisement-

Ditemani oleh beberapa kepala perangkat daerah, Bupati Jepara bersama rombongan calon investor meninjau langsung calon lokasi yang akan dijadikan pelabuhan. 

Dengan menaiki spead boat, mereka berangkat dari Ocean View Residence-Hotel di Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan dan berhenti di Pantai Jlamon, Desa Balong, Kecamatan Kembang pada Minggu, (5/10/2025). 

Salah satu delegasi investor asal Spanyol, Antonio mengatakan kedatangannya ke Kabupaten Jepara merupakan langkah awal untuk memulai kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Spanyol. 

Setelah mengecek langsung ke lapangan, ia menilai banyak hal yang nantinya bisa dikerjasamakan selain pelabuhan. 

“Kami melihat potensi Jepara sangat besar. Karena itu, proyek ini bukan hanya untuk pelabuhan, tetapi bisa membuka peluang kerja sama di bidang lain,” ujar Antonio.

Sehingga ia berharap proyek ini nantinya bisa membawa dampak yang besar bagi perekonomian di Jepara dan kawasan sekitarnya. 

Hanya saja, karena proyek ini bersifat kompleks dan membutuhkan waktu yang mendalam, dibutuhkan waktu sekitar 5 tahun, untuk bisa merealisasikan proyek pelabuhan di Kabupaten Jepara. 

“Karena ini proyek yang cukup kompleks, banyak studi yang harus dilibatkan. Untuk keseluruhan proyeknya membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 5 tahun sampai bisa beroperasi,” jelasnya. 

Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo menuturkan pihaknya telah melakukan survei awal bersama calon investor asal Spanyol dan hasilnya menunjukkan respon positif.

“Dari survei sementara, mereka sangat impresif dan yakin pelabuhan ini bisa dibangun. Kami berharap proposal kerja sama dengan Spanyol dapat disetujui secepatnya,” ungkapnya. 

Sebagai bukti keseriusan terhadap proyek pelabuhan, saat ini proses penyusunan Feasibility Study (FS) oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Jepara sedang berjalan. Anggaran yang disediakan sebesar Rp500 juta. 

Wiwit menarget FS bisa rampung dikerjakan pada Bulan Juni 2026 mendatang. Setelah FS rampung, pemerintah dan investor akan menentukan nilai investasi yang dibutuhkan.

“Setelah FS selesai, baru kami bisa menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara detail, yang diperkirakan memakan waktu tambahan sekitar tiga hingga enam bulan,” jelasnya.

Baca Juga: Dinkes Jepara Bakal Ikut Turun Awasi Penyaluran MBG 

Rencana pembangunan pelabuhan menurutnya juga telah terwadahi dalam Perda Nomor 4 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jepara.

Pelabuhan niaga skala internasional di Jepara ini rencananya digunakan untuk pengembangan Kawasan Peruntukan Industri yang terintegrasi dengan pembangunan pelabuhan ekspor impor. Letaknya di ujung utara Pulau Jawa dan langsung berhadapan dengan Laut Jawa.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER