31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Bunda Literasi Kudus Dorong Bedah Buku Jadi Gerakan Kolektif Literasi di Kota Kretek

BETANEWS.ID, KUDUS – Gelaran bedah buku Menghadang Kubilai Khan karya AJ Susmana, Sabtu (23/8/2025), di Rumah Dinas Wakil Bupati Kudus mendapat perhatian khusus dari Bunda Literasi Kudus, Endhah Endayani Sam’ani. Ia menilai kegiatan semacam ini bukan sekadar ruang apresiasi, tapi juga bisa menjadi pemicu gerakan literasi yang lebih luas di masyarakat.

“Kalau ada agenda bedah buku seperti ini pasti saya dukung. Sebelum membedah, tentu kita membaca dulu. Lalu, mengulas, memberi masukan, hingga berdiskusi. Ini cara sederhana tapi efektif untuk menguatkan literasi,” bebernya dalam sambutannya.

Baca Juga: Tunggakan Retribusi Kios dan Los Pasar Tradisional Kudus Tembus Rp5 M

-Advertisement-

Menurutnya, budaya membaca di kalangan pelajar maupun mahasiswa belakangan kian tergerus karena gempuran dunia digital. Ia menegaskan, bedah buku dapat menjadi pintu masuk untuk kembali menghidupkan tradisi membaca.

“Masyarakat, khususnya generasi muda, perlu tahu isi dari sebuah karya. Kalau tidak kita uri-uri, bagaimana nasib buku ke depan? Dukungan kepada penulis juga penting, agar mereka tidak berhenti berkarya,” tegasnya.

Endhah juga menggagas agar forum semacam ini tidak berhenti hanya pada satu-dua kali agenda. Ia berencana mendorong lahirnya wadah yang lebih luas, seperti forum Kudus Writer, untuk menampung ide, diskusi, dan karya masyarakat.

“Ini baru awal. Harapannya nanti ada forum yang lebih besar, agar literasi di Kudus benar-benar hidup dan bisa melibatkan banyak kalangan,” imbuhnya.

Baca Juga: Meski Perekonomian Menurun, Ketua PHRI Sebut Okupansi Hotel di Kudus Terbantu Even Nasional

Ketua panitia diskusi, sekaligus bendahara Jaringan Kebudayaan Rakyat (Jaker) Kudus, Adrian HY mengatakan, adanya kegiatan itu bertujuan untuk memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengetahui sejarah dan kebudayaan Indonesia. Terlebih peserta diharapkan mengerti akan kekuatan Nusantara di masa lalu, menjadi negara besar dan makmur.

“Harapannya kita bisa kembali mencintai literasi dan bacaan akan sejarah dan kita bisa menangkap pesan nasionalisme, patriotisme. Selain itu, ada ruang-ruang literasi tentang sejarah, budaya yang ada di Kudus,” bebernya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER