BETANEWS.ID, PATI – Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) memastikan situasi di Pati pasca-kericuhan aksi massa berangsur kondusif. Kadiv Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyebut, kerugian materi akibat insiden tersebut relatif kecil.
“Kerugian tidak begitu, cuma mobil polisi yang dibakar itu saja,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).
Baca Juga: Polisi Bantah Ada Korban Meninggal dalam Aksi Demo, Terdata 34 Korban Luka Dirawat di RS
Kemudian terkait dengan adanya isu sepeda motor yang hilang atau yang dibakar, ia menegaskan, pihaknya tidak menerima laporan adanya kerusakan atau kehilangan sepeda motor tersebut.
Kemudian, terkait penindakan, polisi sempat mengamankan 22 orang yang diduga terlibat dalam kericuhan.
“Update semalam, ada 22 yang ditangkap. Semuanya sudah dibina, lalu dikembalikan ke koordinator lapangan dan keluarganya. Sudah pulang semuanya,” ungkapnya.
Mayoritas massa yang terlibat disebut berasal dari wilayah Pati. “Ya, anarko-anarko Pati. Usianya ada yang remaja, ada juga yang 30-an tahun,” imbuhnya.
Kericuhan pada aksi demo, katanya juga mengakibatkan korban luka. Dua anggota kepolisian disebut masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara lima warga sipil mengalami luka-luka.
“Untuk data lengkap, bisa dicek di Dinas Kesehatan,” tambahnya.
Meski situasi mulai terkendali, saat ini polisi masih melakukan pengamanan di Kantor Bupati Pati. “Pengamanan masih dilakukan. Personelnya cukup banyak,” ucapnya.
Sebelumnya ia juga mengatakan, bahwa tidak ada korban yang meninggal dunia pada aksi demo yang berujung ricuh kemarin.
Ia menyampaikan, bahwa dalam aksi unjuk rasa itu memang ada korban, namun hanya mengalami luka-luka.
Baca Juga: Demo Tuntut Sudewo Berujung Ricuh, Satu Mobil Polisi Dibakar
Katanya, pihaknya sudah mengecek korban di RSUD RAA Soewondo. Pengecekan ini dilakukan setelah beredar kabar di masyarakat bahwa sebanyak 3 orang menjadi korban meninggal.
”Dan sampai saat ini sampai sore hari ini hasil penelusuran dari kita dari kepolisian nihil. Nihil adanya. Tidak adak orban yang meninggal dunia dari aksi anarkis tersebut. Demikian,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).
Editor: Haikal Rosyada

