BETANEWS.ID, JEPARA – Ratusan warga di Desa Sumbberrejo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara mulai mengalami kekurangan sumber air bersih.
Kepala Bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi (RR) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Bagus Ari menyebut pada Senin, (11/8/2024) kemarin pihaknya sudah diminta untuk memberikan dropping air ke desa yang berjarak sekitar 45 km dari pusat kota.
Baca Juga: Peringati HUT Jateng ke-80, NDX A.K.A Bakal Manggung Gratis di Jepara
Dropping air tersebut diberikan ke dua dukuh, yaitu Dukuh Glingsem dan Alang-Alang Ombo. Dua Dukuh tersebut setiap tahun memang langganan mengalami kekurangan air pada saat musim kemarau.
“Total warga yang terdampak sebanyak 647 KK atau 841 Jiwa di dua dukuh, Dukuh Alang-Alang Ombo dan Dukuh Glingsem,” katanya pada Betanews.id, Rabu (13/8/2025).
Total air yang di dropping yaitu sebanyak dua tangki, dimana satu tangkinya berisi 5.000 liter air bersih. Kemudian terkait berapa kali dropping yang akan diberikan, saat ini ia mengatakan pihaknya masih menunggu surat dari Kepala Desa Sumberrejo.
“Jumlah yang kita dropping kemarin totalnya 10 ribu liter. Kita juga minta tolong sama Pemdes Sumberrejo agar bersurat ke kami juga, seminggunya minta dropping berapa kali,” katanya.
Selain Desa Sumberrejo, ia mengungkapkan warga Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung juga ada yang meminta dropping air. Namun dari hasil koordinasi dengan Kepala Desa Kedungmalang, dropping air tersebut saat ini belum jadi diberikan.
Baca Juga: Inovasi Mesin Pengolah Kayu Diharapkan Mampu Tingkatkan Daya Saing Industri Furniture Indonesia
Ia sendiri belum dapat memastikan apakah permintaan dropping air ke depannya akan bertambah atau tidak. Sebab dari BMKG sendiri saat ini belum mengeluarkan status waspada kekeringan.
“Kita belum tau (apakah dropping nanti bertambah atau tidak), karena rilis dari BMKG juga belum turun. Tapi kita sudah siap kalau ada permintaan dropping,” ujarnya.
Editor: Haikal Rosyada

