31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Kodim 0722 Kudus Larang Pengibaran Bendera One Piece di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Komando Distrik Militer (Kodim) 0722/Kudus dengan tegas melarang warga Kota Kretek untuk pengibaran bendera selain merah putih, termasuk bendera bajak laut dari serial anime One Piece pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia ke-80. Hal tersebut sangat sensitif, karena berkaitan dengan ideologi bangsa Indonesia.

Kepala Staf Komando Distrim Militer (Kasdim) 0722/Kudus, Mayor Inf. Muhlisin menyampaikan, bahwa Kudus adalah kota religi. Seyogyanya jangan dikotori dengen kegiatan sensitif yang mengotori ideologi Bangsa Indonesia.

Baca Juga: 72 SD di Kudus Kurang Murid, Skema Penggabungan Sekolah Secepatnya Dijalankan

-Advertisement-

“Warga Kudus ini juga patuh terhadap syariat agama, jangan sampai ada tindakan yang membuat mis komunikasi dan mis persepsi. Suasana kondusif harus tetap terjaga untuk persatuan bangsa,” ujarnya kepada awak media di Bendungan Logung, Selasa (5/8/2025). 

Lebih lanjut, Mayor Inf. Muhlisin menganggap bahwa pengibaran bendera One Piece itu berbahaya bagi persatuan bangsa Indonesia. Karena bendera negara Indonesia adalah merah putih.

“Kita negara Indonesia kan punya bendera merah putih. Jadi jangan sampai ada bendera lain yang berkibar di wilayah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” tandasnya.

Dia menuturkan, bahwa TNI yang bertugas di Kabupaten Kudus akan mencegah pengibaran bendera selain merah putih. Menurutnya, di TNI itu ada staf intelijen untuk mendeteksi secara dini aktifitas yang dianggap bakal mengganggu ketertiban dan keamanan.

“Kita juga selalu sinergi dengan Forkopimda lain di Kabupaten Kudus. Apalagi isu pengibaran bendera selain merah putih ini ada kaitannya pelanggaran ideologi, jadi kita akan cegah,” ungkapnya.

Dia bersyukur, hingga saat ini di Kabupaten Kudus masih sangat kondusif. Serta belum ditemukan adanya indikasi bakal ada pengibaran bendera bajak laut One Piece. Hal tersebut berkat kerja staf intelijen TNI dan Bintara Pembina Desa (Babinsa).

“Babinsa kami itu ada kegiatan temu cepat lapor cepat. Persoalan apa yang ditemukan oleh Babinsa di desa tempat mereka bertugas segera dilaporkan cepat. Kemudian di intelijen ada deteksi dini dan cegah dini. Makanya, kami bermain di preemtif dan prevemtif. Sebisa mungkin niat saja sudah kita deteksi dan kita cegah,” tandasnya. 

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan pantauan di dunia maya terkait isu-isu yang kemungkinan bakal mengganggu stabilitas keamanan wilayah. Di TNI juga ada tim cyber yang memantau hal tersebut.

“Ketika ada akitifitas menonjol dan kemungkinan mengganggu keamanan akan segera dilaporkan ke pimpinan. Sama, langkah preemptif dan prevemtif segera dilakukan,” sebutnya.

Baca Juga: 72 SD di Kudus Kurang Murid, Skema Penggabungan Sekolah Secepatnya Dijalankan

Ia pun mengajak seluruh warga Kudus percaya kepada pemerintah. Mari kawal kebijakan para pemimpin yang sudah diberikan amanah oleh rakyat. 

“Mari kita jaga kondisifitas wilayah sesuai dengan profesi masing-masing. Mari kibarkan bendera merah putih di momen HUT RI ke-80, sebagai penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER