31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Dua ‘Wisatawan’ Tercebur di Bendungan Logung Kudus, TNI dan Relawan Sigap Lakukan Penyelamatan

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua orang penumpang speedboat tercebur di Bendungan Logung, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Selasa (5/8/2025). Prajurit dari satuan Komando Distrik Militer (Kodim) 0722 bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus dan pelaku wisata pun segera melakukan penolongan.

Dengan menggunakan perahu karet, korban pun diselamatkan dan ditarik ke atas perahu. Sementara satu korban lainnya ditolong dengan cara dilempari ban, dan saat sudah dipegang kemudian ditarik ke perahu.

Baca Juga: 72 SD di Kudus Kurang Murid, Skema Penggabungan Sekolah Secepatnya Dijalankan

-Advertisement-

Hal itu bukanlah kecelakaan sungguhan, tetapi merupakan simulasi dan pemberian pelatihan pertolongan kecelakaan air oleh prajurit TNI kepada para pelaku wisata speedboat Bendung Logung pada kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125 tahun 2025 KODIM 0722/Kudus.

Wakil Komandan Satuan Tugas TMMD Reguler ke-125 Tahun 2025 KODIM 0722/Kudus, Mayor Infanteri (Inf) Muhlisin menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan sosialisasi kepada penyedia jasa wisata di Bendungan Logung. Tujuannya agar para pelaku wisata terutama speedboat punya pengetahuan dan keterampilan ketika terjadi kecelakaan air.

“Pembekalan diberikan berupa teori, setelahnya dilakukan praktek langsung menyelamatkan korban ketika terjadi kecelakaan speedboat di Bendungan Logung,” ujar Mayor Inf. Muhlisin kepada Betanews.id di Bendungan Logung, Selasa (5/8/2025).

Dia berharap, kegiatan atau pembekalan ini bisa jadi pencerahan bagi pelaku wisata speedboat. Sehingga mereka bisa melayani wisatawan dengan baik dan aman. Yakni aman personel, aman materiil dan aman area yang digunakan untuk kegiatan wisatawan. 

“Maksutnya, ketika terjadi kecelakaan di air, yang pertama itu penyelamat harus aman dulu, area juga aman, baru yang terakhir menyelamatkan korban. Jangan sampai area tidak aman, kemudian justru membuat si penyelamat malah jadi korban selanjutnya,” tandasnya.

Dia menururkan, materi yang diberikan kepada para pelaku wisata di Bendungan Logung sangat teknis. Di antaranya, langkah-langkah menyelamatkan korban. Evakuasi korban dari dalam air ke perahu dan merapat ke dermaga.

“Harus ada Standard Operating Procedure (SOP) terkait jalur evakuasi. Di lokasi juga harus ada posko kedaruratan. Ketika posko tidak bisa menangani, maka korban harus segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat,” sebutnya.

Baca Juga: 58 Sekolah di Kudus Direhabilitasi Tahun Ini, 25 Paket Mulai Berjalan

Disinggung SOP yang ada di wisata Bendungan Logung, Mayor Inf. Muhlisin menyebutnya, sudah cukup bagus. Karena sebelum wisata jasa sewa speedboat beroperasi, mereka sudah mengadakan pelatihan keselamatan dengan menggandeng Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang.

“Dan di sini juga diaplikasikan. Termasuk di sini juga ada imbauan aturan naik speedboat. Antara lain, harus memakai pelampung dan lain sebagainya. Ketika aturan tersebut dijalankan, maka akan aman,” imbuhnya. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER