31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Luncurkan Program SPAB di SMA 1 Kudus, Bupati Sam’ani Harap Pelajar Paham Mitigasi Bencana

BETANEWS.ID, KUDUS – SMA Negeri 1 Kudus secara resmi meluncurkan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pada Jumat (1/8/2025). Program ini bertujuan membentuk karakter siswa yang sigap dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus sebagai upaya preventif agar satuan pendidikan siap dalam situasi darurat.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, yang hadir dalam peluncuran tersebut menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ini. Menurutnya, program SPAB menjadi langkah penting dalam membekali siswa dengan keterampilan dasar kebencanaan yang dapat diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Sering Kebanjiran dan Atap Bocor, Dua Kelas di SD 1 Mejobo Kudus Direnovasi

-Advertisement-

“Program SPAB ini melatih siswa untuk tanggap dan cerdas dalam menghadapi kondisi darurat. Di sekolah, bencana bisa berupa gempa bumi, kebakaran, angin puting beliung, atau lainnya. Melalui SPAB, kita berdayakan potensi internal seperti Pramuka, PMR, UKS, dan petugas kesehatan sekolah untuk menjadi garda depan penanganan awal,” jelas Bupati.

Ia juga menambahkan bahwa penanaman kesadaran kebencanaan sejak dini akan menjadi bekal penting bagi siswa, termasuk saat mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di luar daerah.

“Anak-anak ini nanti akan kuliah dan merantau. Pengetahuan kebencanaan yang mereka pelajari bisa diterapkan kapan pun dan di mana pun mereka berada. Ini bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun generasi sadar risiko,” ujarnya.

Bupati juga berharap agar tahun ini jumlah sekolah yang mengimplementasikan SPAB terus bertambah. Saat ini, baru sekitar lima persen sekolah yang sudah menerapkan program ini.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas cakupan SPAB, seiring dengan masuknya materi ini ke dalam kurikulum. Harapannya, siswa tidak hanya memahami teori, tapi juga mampu menerapkannya dalam kondisi nyata,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus, Mundir, melalui Kasi Kesiapsiagaan Retno Tunjung Sari, menuturkan bahwa SPAB dirancang sebagai pembelajaran praktis bagi siswa agar dapat melakukan evakuasi secara mandiri ketika terjadi bencana.

“Tujuan utama SPAB adalah membekali siswa dengan pengetahuan dasar tentang mitigasi bencana. Misalnya hari ini, siswa mendapatkan materi pemadaman api ringan dan melakukan simulasi secara langsung. Namun jika dalam situasi nyata dirasa membahayakan, siswa tetap diarahkan untuk segera menghubungi pihak berwenang,” papar Retno.

Baca Juga: Siapa yang Menyangka, TNI Ternyata Juga Bisa Ajar Matematika dengan Konsep Menyenangkan

Selain pemadaman ringan, materi SPAB juga mencakup simulasi evakuasi gempa bumi, banjir, dan tanah longsor, disesuaikan dengan potensi risiko yang ada di masing-masing sekolah. Dalam simulasi evakuasi gempa, misalnya, siswa diajarkan cara menyelamatkan diri ketika kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung dan diarahkan menuju titik kumpul yang aman.

“Harapan kami, melalui pelatihan ini, siswa tidak panik saat bencana terjadi dan tahu langkah apa yang harus dilakukan. Dengan demikian, risiko korban dan kerugian dapat diminimalkan,” tambahnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER