31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

Dulu Atlet Berprestasi Kini Jadi Kuli Panggul, Triman Tak Menyangka Masih Diperhatikan

BETANEWS.ID, KUDUS – Triman Murgiadi, mantan atlet atletik asal Kabupaten Kudus yang dulu kerap mengharumkan nama daerah, kini menjalani hidup sebagai kuli panggul di Pasar Bandungan, Kabupaten Semarang. Meski kehidupannya kini jauh dari sorotan dan gemerlap podium juara, sosok Triman tak dilupakan begitu saja.

Sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan atas jasa serta prestasinya di masa lalu, Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kudus dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus memberikan tali asih kepada Triman pada Minggu (27/7/2025).

Baca Juga: Bansos 20 Kg Cair, Kuli Serabutan di Kudus Harap Program Terus Berlanjut

-Advertisement-

Pemberian tali asih tersebut berlangsung penuh haru. Hadir dalam momen itu Ketua PASI Kudus Firdaus, Ketua KONI Kudus Sulistiyanto, Ketua Binpres PASI Kudus Noor Akhmad, serta para atlet muda yang turut memberikan sumbangan sebagai bentuk solidaritas terhadap seniornya.

”Kami memberikan sedikit tali asih kepada mas Triman atas dedikasinya yang luar biasa selama menjadi atlet. Meski sekarang beliau harus bekerja keras sebagai kuli panggul, semangatnya tak pernah padam,” kata Firdaus, Ketua PASI Kudus.

Ia menjelaskan, dana tali asih berasal dari kas PASI Kudus, yang selama ini rutin mendapatkan dukungan dari PT Sukun Wartono Indonesia. Ia bahkan telah meminta izin langsung kepada pihak perusahaan untuk menggunakan dana tersebut untuk membantu Triman.

Tak hanya dari PASI, tali asih juga datang dari para junior Triman, atlet-atlet muda Kota Kretek yang merasa terinspirasi oleh perjuangan senior mereka.

Ketua KONI Kudus, Sulistiyanto, mengapresiasi langkah PASI sekaligus menyampaikan rasa hormat kepada Triman. Menurutnya, pekerjaan apa pun yang kini dijalani Triman tetap mulia.

”Kontribusi mas Triman di dunia atletik sangat besar. Sekarang beliau memang bekerja sebagai kuli panggul, tapi semangatnya tetap luar biasa. Bahkan masih melatih atlet di Salatiga. Ini bentuk pengabdian yang tak semua orang sanggup melakukannya,” ujarnya.

Sementara itu, Triman tampak terharu saat menerima bantuan tersebut. Dengan suara lirih, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan kepadanya.

Baca Juga: Caping Kalo Mejeng di Pameran Abirama Purbakala, Upaya Kenalkan Kearifan Lokal Secara Luas

”Saya tidak menyangka masih ada yang peduli dan mengingat saya. Terima kasih kepada PASI, KONI, dan adik-adik atlet. Tali asih ini sangat berarti untuk saya dan keluarga,” ungkapnya.

Meski hidup dalam keterbatasan, Triman tetap menjaga semangat dan tak meninggalkan dunia atletik sepenuhnya. Menurutnya, kini ia masih rutin melatih atlet-atlet muda di Salatiga, meski harus membagi waktu dengan pekerjaannya memanggul barang di pasar.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER