31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Ketahanan Pangan Terintegrasi di Desa Kandangmas Diharapkan Jadi Role Model Bagi Desa Lain

BETANEWS.ID, KUDUS – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125 tahun 2025 Kodim 0722/Kudus di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe mampu mewujudkan ketahanan pangan terintegrasi. Hal tersebutpun sangat diapresiasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Kudus dan didorong jadi role model bagi desa lainnya di Kota Kretek.

Program ketahanan pangan di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe yang digagas oleh TNI meliputi pertanian dan peternakan. Memanfaatkan lahan milik desa, di lokasi tersebut didirikan peternakan ayam petelur, domba dan kolam ikan.

Baca Juga: Bank Jateng Siap Dukung Permodalan Kopdes Merah Putih di Kudus

-Advertisement-

Selain itu, di lokasi tersebut juga dibuat perkebunan. Ada dua sistem tanam yang digunakan yakni konvensional dan semi moderen hidroponik. Sayuran yang ditanam secara konvensional, di antaranya adalah terong dan cabai. Sementara slada, dan sawi ditanam dengan sistem hidroponik.

Ketua DPRD Kudus yang melihat langsung konsep ketahanan pangan tersebut sangat mengapresiasi. Menurutnya, konsep tersebut merupakan hal baru dan sangat bagus.

“Menurut saya konsep ini sangat menarik, mengintegerasikan antara tanaman pangan, peternakan, perikanan. Ketika ini berhasil maka program ketahanan pangan di Kudus akan segera tercapai,” ujar Masan kepada Betanews.id.

Dia menuturkan, dengan program ketahanan pangan terintegrasi akan saling memberi manfaat satu dengan yang lain. Satu contoh, ayam petelur dan domba selain bernilai ekonomi dari telur dan daging atau susunya, kotorannya juga bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman cabai, terong atau tanaman lainnya.

“Jadi mata rantai saling kebermanfaatan satu sama yang lain itu berjalan. Sehingga mampu mengurangi ongkos poduksi,” jelasnya.

Masan juga mendorong, agar konsep ketahana pangan yang digagas oleh Kodim 0722/Kudus di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe ini bisa jadi percontohan bagi desa lainnya. Apalagi program ini juga bisa dikoneksikan dengan Koperasi Desa Merah Putih yang sudah terbentuk.

“Tidak hanya desa, masyarakat juga bisa mencontoh program ketahanan pangan terintegrasi ini. Warga bisa memanfaatkan halaman atau pekarangan untuk beternak dan menanam sayuran secara hidroponik untuk kebutuhan sehari-hari,” sebutnya.

Baca Juga: Wanita Lansia Pengajar Ngaji di Kudus ini Terharu Rumahnya Dibangun oleh TNIc

Ketika ini dilaksanakan, lanjutnya, maka akan mampu sebagai penunjang kesejahteraan warga. Karena ketahana pangan ini adalah program nasional.

“Jadi harus bersama-sama mensukseskan. Baik dari tingkat bawah yakni masyarakat dan desa, hingga pemerintah harus saling mendukung dan mensukseskan program yang baik ini,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER