BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan bingkisan warna biru terlihat dimasukkan ke dalam sebuah mobil. Bingkisan berisi beras, minyak goreng, susu dan biskuit itu merupakan sumbangan pembina Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Kudus yang akan diberikan kepada warga terdampak Covid-19 untuk menyambut bulan Ramadan.
Setelah penuh, mobil-mobil tersebut kemudian segera meluncur ke sekitar jalan raya di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus untuk dibagikan kepada tukang becak, tukang ojek, pedagang asongan, pedagang kaki lima dan tenaga kerja yang terkena PHK.

Koordinator pembina PKH Habib Rifai (45) mengatakan, bantuan berupa sembako memang sengaja diberikan menjelang puasa. Menurutnya, sembako yang diberikan bisa untuk sahur dan berbuka.
“Kami memang sengaja memberikan bantuan mendekati hari puasa, supaya bisa digunakan para tukang becak dan pedagang asongan untuk sahur dan berbuka,” tuturnya saat ditemui, Kamis (24/4/2020).
Rifai sadar, dengan adanya pandemi Covid-19 ini, pendapatan mereka berkurang. Mereka harus tetap bekerja mencari uang demi menafkahi keluarganya, terutama untuk memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan.
“Kami sebagai tenaga sosial merasa terketuk untuk memberikan bantuan pada masyarakat terdampak Covid-19. Ya memang tidak banyak. Semampunya,” beber Rifai.
Dia menjelaskan, bantuan yang diberikan tersebut berasal dari hasil iuran anggota PKH sendiri. Kemudian untuk pembagiannya disebar ke beberapa titik di Kabupaten Kudus.
“Ada 130 paket sembako dan makan siang yang kami bagikan. Termasuk juga pembagian 300 masker kepada mereka,” ungkap Rifai.
Baca juga: Warga Kudus Dilarang Bunyikan Tongtek untuk Bangunkan Sahur
Sementara itu, penerima sembako Sobiron (60) mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Dia yang berprofesi sebagai tukang becak di daerah Museum Kretek merasa terbantu. Menurutnya, sembako yang diberikan akan digunakan untuk sahur dan berbuka di rumah.
“Terima kasih. Bisa untuk sahur besok,” jelasnya warga yang tinggal di Desa Mojodemak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak itu.
Baca juga: Jelang Ramadan, Penjual Bunga di Kudus Laris Manis
Sambil duduk di becaknya, dia mengaku pendapatannya sepi sejak ada pandemi Covid-19. Bahkan ia cukup sering tidak mendapatkan pendapatan sama sekali setelah seharian menunggu penumpang.
“Sepi, Mas. Sepi. Saya juga bingung harus bagaimana,” tutupnya berkeluh kesah.
Editor: Ahmad Muhlisin

