BETANEWS.ID, KUDUS – Fenomena minimnya minat bersekolah di sekolah negeri kembali terjadi di Kabupaten Kudus. Di tahun ajaran baru 2025/2026 ini tak hanya SD 1 Wates yang hanya menerima satu siswa, SD 5 Jurang juga mengalami hal sama.
Sekolah ini hanya berhasil menjaring satu murid kelas 1, yakni Aulia Syifa Ramadhani. Itupun murid baru tersebut, sebelumnya sudah mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM), namun karena Syifa belum cukup umur, maka di tahun ini baru bisa terdaftar dan tercatat untuk didaftarkan di data pokok pendidikan (Dapodik).
Baca Juga: Disdag Kudus Sebut Tak Temukan Beras Oplosan saat Sidak Sejumlah Toko
Guru kelas 6 SD 5 Jurang, Sri Nooryati mengatakan, terbatasnya jumlah penduduk di sekitar sekolah, serta persaingan dengan sekolah swasta yaitu Madrasah Ibtidaiyah (MI), menjadi salah satu penyebab. Selain itu, promosi yang dilakukan oleh pihak sekolah kalah start dengan sekolah MI.
“Di sini karena penduduk lokal terbatas, dan sebagian besar di bagian timur lebih memilih MI. Kami sudah keliling sosialisasi dari rumah ke rumah, tapi mungkin start-nya kurang cepat,” katanya saat ditemui di ruang guru, Rabu (16/7/2025).
Ia menyampaikan, jumlah total murid di sekolahan tersebut ada sebanyak 34 siswa. Rinciannya, kelas 1 terdapat satu murid, kelas 2 ada enam murid, kelas 3 ada empat murid, kelas 4 ada enam, kelas 5 sembilan murid, dan kelas 6 ada delapan.
Menurutnya, sekolah itu sempat menjadi bagian dari wacana regrouping sekolah dasar. Namun demikian, wacana tersebut belum final, bahkan belum ada satu tahun ini, ruang kelas 5 dan 6 baru direnovasi.
“Saat ini memang kami harus banyak introspeksi, termasuk memperbaiki strategi sosialisasi. Ke depan kami lebih aktif untuk melakukan sosialisasi lagi untuk menarik minat masyarakat menyekolahkan anaknya di sini,” tuturnya.
ia mengatakan, pihaknya terus berupaya menarik minat warga agar menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Sejumlah fasilitas penunjang telah disediakan secara gratis bagi siswa baru, mulai dari seragam olahraga, batik, kerudung, hingga alat tulis.
“Padahal sekolah di sini beberapa perlengkapan kami sediakan gratis, semoga saja tahun depan tidak seperti ini lagi. Anak yang masuk tahun ini, Syifa, sebenarnya sudah mengenal lingkungan sekolah sejak tahun lalu, tapi saat itu usianya belum mencukupi,” bebernya.
Baca Juga: DPRD Kudus Soroti Pelaksana Kegiatan Program Tak Tepat Waktu
Selain menyediakan berbagai penunjang sekolah, SD 5 Jurang juga telah berupaya dengan menyelipkan penguatan pendidikan karakter dan keagamaan. Di antaranya membaca Yasin dan tahlil setiap Rabu, membaca Juz 30 setiap Jumat, serta salat bersama usai kegiatan belajar mengajar.
Ia mengaku, jumlah guru di sana kurang. SD 5 Jurang hanya memiliki empat guru berstatus PNS, yakni kepala sekolah, guru PJOK, serta guru kelas 5 dan 6. Sementara enam orang merupakan tenaga honorer yang mengampu kelas 1–4, guru PAI, dan penjaga sekolah.
Editor: Haikal Rosyada

