BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara resmi melaunching Kartu Kader Kesehatan Sejahtera (K3S) bagi ribuan kader posyandu di Pendopo Kabupaten Jepara, pada Rabu (28/5/2025).
Sebagaimana diketahui, program tersebut merupakan salah satu dari 12 program unggulan dalam 100 hari kerja pertama Bupati-Wakil Bupati Jepara terpilih, Witiarso Utomo-Muhammad Ibnu Hajar.
Baca Juga: Tambang Galian C di Kudus Makan Korban, Satu Meninggal dan Satu Luka-luka
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara, Mudrikatun mengatakan nantinya terdapat 7.227 kader posyandu yang tersebar di 184 desa dan 11 kelurahan di Jepara. Mereka nantinya akan menerima bantuan insentif sebesar Rp600 ribu per tahun.
Bantuan insentif tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jepara.
“Untuk skema pemberiannya nanti akan diberikan satu tahun dua kali setelah kader melakukan kegiatan dengan laporan tiap bulan melalui aplikasi K3S,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan bantuan insentif tersebut akan mulai disalurkan setelah pengesahan anggaran perubahan pada APBD Jepara tahun 2025.
Bantuan insentif tersebut nantinya akan diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) tentang K3S.
“Perbupnya saat ini sudah kita lakukan harmonisasi dengan bagian hukum Provinsi Jawa Tengah, ini dalam tahap finalisasi. Targetnya tanggal 30 Mei nanti bisa ditetapkan oleh Pak Bupati,” ungkapnya.
Ia menjelaskan dalam Perbup tersebut juga mengatur syarat kader kesehatan yang bisa menerima insentif.
Diantaranya yaitu harus diusulkan oleh Kepala Desa atau kelurahan dalam bentuk Surat Keputusan (SK), atau sudah mengikuti pelatihan kompetensi sebanyak 25 kali, atau memiliki sertifikat kader kesehatan.
“Sertifikatnya ini bisa purwa, madya, atau utama,” tambahnya.
7.227 kader kesehatan tersebut, ia mengatakan nantinya juga akan diterjunkan untuk bertugas di Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tersebar di setiap desa yang berada di Kabupaten Jepara.
Baca Juga: Tambang Galian C di Kudus Makan Korban, Satu Meninggal dan Satu Luka-luka
Sebab selama ini Pustu hanya ditangani oleh bidan desa. Sehingga dengan hadirnya kader kesehatan diharapkan bisa meningkatkan pelayanan kesehatan di tingkat desa.
“Kader kesehatan ini nantinya juga akan kami tempatkan di masing-masing desa untuk membantu pelayanan di puskesmas pembantu,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

