BETANEWS.ID, PATI – Gedung Juang 45 yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Ngarus, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, sore itu tampak ramai oleh pesepeda. Mereka terlihat berduyun-duyun datang dari berbagai arah menuju tempat nongkrong hits kawula muda Pati tersebut.
Di sebuah kedai yang terletak di dekat pintu masuk, ada banyak pemuda yang sedang membungkus berbagai kebutuhan pokok. Rupanya, sembako yang sudah dibungkus plastik itu hendak dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

Setelah semua anggota komunitas berkumpul, mereka secara gotong royong mengangkut santunan itu ke becak dan sebagian lain diangkut dengan sepeda. Tepat pukul 15.00 WIB, rombongan kemudian berpencar untuk memberikan santunan.
Salah satu pencetus gerakan, Kukuh Septama (29) menyampaikan, kegiatan pembagian sembako ini merupakan gerakan sosial yang diinisiasi beberapa komunitas di Pati dalam upaya membantu masyarakat selama pandemi Covid-19. Sasarannya adalah tukang becak, tukang ojek, penyapu jalan, dan warga yang membutuhkan lain.
“Kegiatan ini sudah terlaksana dua kali. Untuk kali ini, kami membagikan sekitar 500 kilogram beras, 500 masker, dan beberapa sembako lain kepada masyarakat sekitar Pati yang dirasa layak untuk mendapatkannya,” ungkap pengelola Kedai Tjoklat Djoeang, saat ditemui, Jumat (17/4/2020).
Hal yang sama juga diutarakan anggota Rumah Goegah Dimas Ting (27). Menurutnya, salah satu sumber donasi santunan ini berasal dari program donasi 10 kilogram beras dengan membeli kaos di Toko Dadiwae. Selama program ini berlangsung, pihaknya akan menyalurkan bantuan secara berkala di lain hari.
Baca juga: Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh, Polres Kudus Sumbang Madu untuk Tenaga Medis
“Dengan kondisi wabah semacam ini, kami mengedepankan bantuan kepada masyarakat yang memang secara ekonomi terdampak langsung. Juga mereka yang belum memakai masker saat bekerja dan beraktivitas,” kata Dimas.
Di sisi lain, salah satu penerima bantuan, Bun Sholeh (37) mengaku senang sekali dengan adanya bantuan tersebut. Ia lantas mengucapkan terima kasih kepada Pati Kolektif atas sembako yang diterimanya.
Baca juga: Yayasan Arwaniyyah Bagikan Sembako dan Santuni Anak Yatim
“Selama ada wabah ini sudah memakai masker. Ini nanti insya Allah akan pakai masker terus,” tutup tukang parkir yang sudah bekerja sejak 1997 itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

