31 C
Kudus
Jumat, Februari 20, 2026

Kebijakan Tarif Trump Dipastikan Akan Berdampak Pada Industri Kretek di Kudus, Ini Alasannya

BETANEWS.ID, KUDUS – Kebijakan tarif Presiden Amerika Donuld Trump dipastikan berdampak pada industri kretek di Kabupaten Kudus. Hal tersebut dikatakan oleh Sandung Hidayat yang merupakan perwakilan grup PT Jaleca, salah satu pabrik rokok di Kota Kretek.

Pria yang akrab disapa Sandung tersebut mengatakan, ada beberapa bahan rokok kretek yang harus import dari Eropa, satu di antaranya adalah filter. Dengan adanya perang dagang dan kebijakan tarif Trump, dikhawatirkan harga bahan filter rokok akan naik signifikan.

Baca Juga: Pohon Tua di Makam Kiai Telingsing Tumbang, Dua Rumah Terdampak

-Advertisement-

“Selain itu, ada beberapa bahan kimia untuk adonan tembakau juga harus didatangkan dari luar negeri. Padahal pasar luar negeri juga akan terpengaruh dengan kebijakan tarif oleh Negeri Paman Sam tersebut,” ujar Sandung kepada awak media di pabrik PT Jaleca, Desa Bacin, Kecamatan Bae, Selasa (22/4/2025).

Tak hanya itu, kata Sandung, mesin produksi industri kretek juga banyak didatangkan dari luar negeri. Komponen-komponen mesin tersebut tentunya juga import dan kemungkinan ada yang dari Amerika Serikat.

“Oleh karena itu, saya pastikan industri kretek di Kudus terdampak oleh kebijakan tarif Donald Trump,” tandas Sandung.

Disinggung seberapa mematikan kebijakan tarif Trump terhadap industri kretek, Sandung mengatakan, mungkin tak mematikan. Tetapi tarif 34 persen yang diterapkan untuk Indonesia itu sangat mengerikan.

“Mohon maaf lho, kebijakan Donald Trump ini belum diterapkan secara maksimal dan masih sekedar tesis. Ketika kebijakan itu diberlakukan maksimal, saya pastikan semua perusahaan akan takut,” tandasnya.

Baca Juga: Bupati Sam’ani : ‘Tidak Boleh Ada Perundungan di Sekolah’

Dia mengatakan, PT Jaleca berdiri sejak tahun 2002. Sepengetahuannya sejak dulu bahan filter rokok kretek memang import dan paling banyak itu dari Eropa.

“Untuk menyediakan bahan filter rokok kretek, Indonesia belum bisa. Jadi kami import dari luar negeri,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER