BETANEWS.ID, KUDUS – Investasi emas terbukti menjadi pilihan cerdas bagi sejumlah orang. Mengingat harga emas meningkat secara drastis. Bahkan dalam 10 tahun terakhir kenaikan harga emas kurang lebih mencapai 350 persen atau naik sekitar 35 persen tiap tahun.
Sebagai contoh pada April 2015, harga emas secara global kala itu sekitar Rp545.000 per gram. Sedangkan April 2025 ini, harga sudah mencapai Rp1.992.280 per gramnya.
Baca Juga: Jadi Primadona, Stok Emas di Pedagaian Kudus Tinggal 500 Gram
Siklus investasi emas berkepanjangan hingga menguntungkan berlipat ganda ini, membuat masyarakat melek akan investasi, terutama menaruh kepercayaannya terhadap emas.
Seperti cerita Tri Zubaidah, warga Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Dia mengaku mulai menabung emas sejak 2015 silam. Menurutnya, pertama kali membeli emas pada harga Rp600 ribu per gram. Kini, harga emas hampir mendekati Rp2 juta per gramnya.
Lonjakan harga itulah yang membuatnya merasakan keuntungan berkali lipat.
“Karena emas menguntungkan bagi saya. Sudah mulai nabung pada tahun 2015, dari harga Rp600 ribu per gram, sekarang hampir Rp2 juta. Untungnya lumayan sekali,” bebernya, Kamis (17/4/2025).
Saat disinggung sudah berapa banyak emas batangan yang dimiliki sejak 2015 hingga sekarang, ia mengaku masih tinggal beberapa. Sebab, sebagian emas miliknya itu dibuat beli hunian rumah.
“Emas sudah pernah saya jual untuk beli rumah juga. Jadi memang tidak ikut-ikutan karena sudah lama membeli emas,” ungkapnya.
Saat ditemui di Pedagaian Kudus, dia sedang membeli emas batangan keluaran Antam 10 gram. Melakukan aktivitas tabungan emas itu rutin ia lakukan demi investasi jangka panjang yang dianggap menguntungkan.
Baca Juga: Ketua Dekranasda Kudus Upayakan UMKM Lokal Maju
“Ini saya ikut investasi tabungan emas dan beli Antam langsung di sini. Ini tadi beli 10 gram,” ujarnya.
Zubaidah mengaku ingin terus menabung emas meski dilakukan sedikit demi sedikit. “Insyaallah ke depan akan selalu berinvestasi emas. Kita menabung sedikit demi sedikit tidak apa-apa, buat kebutuhan kita kelak,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

