BETANEWS.ID, KUDUS – Di sebuah warung bernuansa kuning yang sederhana, aroma masakan menggoda tercium dari dapur kecil di sudut ruangan. Seorang pria dengan kaus hijau tampak sibuk menuangkan bumbu ke dalam wajan, menciptakan suara khas yang menggugah selera. Beberapa pelanggan duduk santai, menikmati suasana sembari bercengkerama.
Pria tersebut adalah Noor Ahmad, penjual mi nyemek asal Prambatan Lor, Kabupaten Kudus. Mi nyemek, menu andalannya, adalah sajian mi berkuah sedikit dengan tambahan sayuran dan telur, menghasilkan rasa yang ringan namun tetap nikmat.
Pria yang akrab disap Noor itu membeberkan, mulai mencoba mi nyemek ini dari dapurnya sendiri. Awalnya hanya untuk konsumsi pribadi, kemudian dicicipi oleh saudara dan teman-temannya. Respon positif dari orang-orang terdekat itulah yang mendorongnya untuk membuka usaha.
Baca juga: Bakso Maknyus di Pedawang Ini Harganya Mulai Rp5 Ribu, Segini Porsinya
“Awalnya coba-coba buat sendiri. Lalu saudara dan teman bilang enak, akhirnya saya berani coba jual,” katanya dengan senyum di warungnya yang beralamat di Prambatan Lor RT 03 RW 02, Kabupaten Kudus itu.
Mi nyemek buatan Noor tidak sekadar mi instan biasa. Ia menambahkan potongan kol, daun bawang, dan telur, kemudian mengolahnya dengan bumbu khas racikannya sendiri. Ia sangat teliti menjaga konsistensi rasa selama lima tahun terakhir. Ketelatenan ini membuat cita rasa mi nyemek racikannya selalu stabil, sehingga pelanggan terus kembali untuk menikmati masakannya.
“Kalau bikin mi nyemek, saya harus menjaga rasa. Misalnya, kalau ada pesanan lima atau sepuluh porsi, saya buatnya maksimal dua porsi sekaligus. Kalau terlalu banyak, rasanya jadi beda,” jelasnya, saat ditemui beberapa waktu lalu.
Baca juga: Tawarkan Rasa Gurih Tanpa Micin, Lontong Oser Podo Moro Jadi Favorit Mahasiswa
Dengan harga hanya Rp9.000 per porsi, mi nyemek racikan Noor menjadi pilihan kuliner yang terjangkau. Setiap malam, ia membuka warungnya mulai dari habis Maghrib hingga pukul 12 malam. Dalam sehari, ia bisa menjual hingga 20 porsi mi nyemek.
“Mi nyemek itu sifatnya ringan. Maksudnya, nggak bikin perut terlalu kenyang. Kebanyakan orang sekarang doyan makan mi,” katanya.
Meski mi nyemek menjadi primadona, Noor juga menawarkan menu lain, seperti nasi kucing dan berbagai jenis bakso aci. Namun, pelanggan setia tetap kembali untuk menikmati mi nyemek racikan Noor yang khas.
Penulis: Arum Tri Handayani, Mahasiswa Magang PBSI UMK
Editor: Ahmad Rosyidi

