Segarnya Es Kuwut Mas Tex, Inovasi Usaha Sampingan yang Sukses di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Sore itu, suasana di selatan Taman Jetak, tepatnya di Dukuh Jetak, Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, tampak ramai oleh para pelanggan yang antre di kedai Es Kuwut Mas Tex. Muhammad Sutik (35), pemilik usaha, tampak sibuk melayani pesanan dengan cekatan.

Dengan semangat, dia menuangkan es batu, air kelapa, potongan buah, sirup, gula, biji selasih, dan perasan jeruk nipis ke dalam cup. Setelah semua bahan lengkap, ia menutup cup menggunakan mesin press sebelum menyerahkan pesanan kepada pelanggan yang tak henti berdatangan.

Sutik begitu ia akrab disapa, pria asal Desa Tuwang, Kedungdowo itu, memulai usaha ini sebagai solusi untuk mengatasi kejenuhan usai bekerja di pabrik. Bermula dari ide yang ia temukan di YouTube, ia memutuskan mencoba peruntungan dengan berjualan es kuwut, minuman segar khas Bali yang belum banyak dikenal di daerahnya.

-Advertisement-

Baca juga: YouTube Jadi Penyelamat Siti, Kini Sukses Jualan Es Doger dan Sticky Milky

“Awalnya karena bosan setelah pulang kerja di pabrik, saya cari ide dari YouTube. Kebetulan di sini belum ada yang jual es kuwut, jadi saya coba. Alhamdulillah, responnya bagus,” ungkapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Es Kuwut Mas Tex memiliki ciri khas rasa manis dan asam yang menyegarkan, berkat bahan utama berupa air kelapa murni dan jeruk nipis. Ditambah varian rasa seperti melon, leci, nanas, rozen, dan jeruk keprok, es kuwut ini semakin digemari. Dan rasa melon dan leci menjadi menu favorit para pelanggan.

“Bahan utamanya air kelapa dan jeruk nipis, itu yang bikin rasanya khas. Ada lima varian rasa, dan yang paling dicari itu melon dan leci,” jelas Sutik.

Meski menggunakan bahan berkualitas tinggi, Sutik tetap menjual es kuwutnya dengan harga yang sangat ramah di kantong, hanya Rp5.000 per cup. Dalam sehari, ia mampu menjual hingga 50 cup, menghasilkan omzet sekitar Rp250.000.

Baca juga: Pertama di Kudus, Es Tape Singkong di Pedawang Ini Selalu Ramai Pembeli

“Bahan-bahan harus bagus, tapi harga tetap saya buat terjangkau. Cuma Rp5.000 sudah bisa menikmati segarnya es kuwut ini,” tambahnya.

Kedai Es Kuwut Mas Tex buka setiap hari dari pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Berkat rasanya yang unik dan segar, usahanya kini semakin dikenal. Ke depan, Sutik berharap dapat membuka cabang baru di lokasi lain agar semakin banyak orang yang bisa menikmati es kuwut buatannya.

“Harapannya, semoga usaha ini terus berkembang dan bisa buka cabang di tempat lain,” tambahnya.

Penulis: Fiska Aditia, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER