BETANEWS.ID, PATI – Untuk menentukan kebijakan atau program pemerintahan ke depan, Bupati Pati, Sudewo, meminta dinas yang ada di Kabupaten Pati memiliki data yang akurat. Sudewo tidak mau membuat kebijakan atas dasar persepsi dan harus berdasarkan data.
“Kalau persepsi, saya yakin bisa salah, saya sakin akan meleset. Tapi kalau berdasarkan data, kebijakan yang saya ambil pasti akurat, tepat, sesuai dengan harapan masyarakat. Harus berdasarkan data,” ujar Sudewo dalam Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD Kabupaten Pati Tahun 2026 dan Ranwal RPJMD Kabupaten Pati Tahun 2025-2029 di Pendapa Pati, Jumat (21/3/2025).
Sudewo akan punya program, bahwa rakyat Kabupaten Pati harus menggunakan produk dari Kabupaten Pati sendiri. Hal itu terkait dengan berbagai komoditi, baik makanan, minuman, garmen, dan lain sebagainya.
Baca juga: Bupati Pati Perintahkan Putus Kontrak Ratusan Honorer RSUD Soewondo
“Misalnya telur, saya tanya kepada Kepala Dinas perdagangan. Berapa telur yang diproduksi warga Kabupaten Pati. Berapa telur yang dikonsumsi rakyat Kabupaten Pati. Setiap hari berapa ton telur. Berapa telur yang didatangkan dari luar Kabupaten Pati dan mengapa ini terjadi,” imbuhnya.
Untuk itu, dirinya meminta agar Dinas Perdagangan melakukan konsolidasi secara baik, dan hal itu benar-benar menjadi diskresi baginya.
“Saya kemarin mengundang pabrik Kacang Dua Kelinci, Kacang Garuda. Tidak ada yang datang,” ujar Sudewo.
Menurutnya, kalau memang mereka tidak mau diajak untuk koordinasi, maka mereka akan berhadapan dengan dirinya.
“Ojo kilani aku. Meskipun dia seorang pemodal, seorang kapital, pengusaha yang sangat besar, ojo kilani aku,” imbuhnya.
Baca juga: Gara-Gara Hal Ini, Sudewo Geram dengan Pabrik Kacang Dua Kelinci dan Kacang Garuda
Menurutnya, ini juga menjadi tantangan bagi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati. Kalau sampai nanti tidak bisa menghadirkan perwakilan pabrik-pabrik tersebut di hadapannya, maka akan berhadapan dengannya.
Sekali lagi Sudewo menyampaikan, bahwa Pabrik Kacang Dua Kelinci, Kacang Garuda dan pabrik-pabrik lainnya, kalau tidak menyerap bahan baku dari Pati, mereka akan berhadapan dengan dirinya.
“Saya ini bukan pribadi, saya adalah bupati, kepala pemerintahan yang merupakan pelaksana dari pemerintah pusat, pelaksana dari pemerintah provinsi. Kebijakan saya ini baik, pasti akan mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

