BETANEWS.ID, KUDUS – Malam itu, di sebuah kedai berwarna kuning dengan tulisan Kebab Turki 7 Saudara, pelanggan silih berganti datang, mengantre untuk menikmati kebab lezat yang disajikan Agus (28). Dengan cekatan, Agus menuangkan adonan ke atas kulit kebab, menambahkan daging, saus, dan mayones, lalu menggulungnya dengan rapi. Setelah dipanggang selama empat menit, kebab pun siap disajikan.
Sebelum terjun ke bisnis kuliner, Agus adalah seorang karyawan toko buah di Jakarta. Namun, keinginannya untuk memiliki usaha sendiri membuatnya tertarik belajar berjualan kebab dari seorang teman.

“Dulu saya kerja di toko buah di Jakarta, terus lihat teman usaha kebab. Saya tertarik, lalu belajar sedikit demi sedikit. Sekarang sudah tiga tahun berjualan kebab di Kudus,” ujar Agus.
Baca juga: Es Teler di Pasuruhan Lor Ini Isiannya Banyak, Langsung jadi Primadona Warga Kudus
Agus menjelaskan, bahwa kebab yang disajikan di Kebab Turki 7 Saudara dibuat dari bahan-bahan segar dan higienis. Isian kebab terdiri dari kulit kebab, selada, bawang bombai, timun, daging, dan sosis, yang dipadukan dengan saus dan mayones.
“Bahan utama yang paling penting itu daging yang dibakar,” jelas Agus saat ditemui di kedainya yang berlokasi di Dukuh Jetak, Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus beberapa waktu lalu.
Selain kebab daging, Agus juga menyediakan kebab isi sosis dan burger. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, dengan tiga pilihan ukuran.
“Kalau kebab biasa saya jual Rp10 ribu, kebab sedang Rp13 ribu dan kebab jumbo Rp15 ribu,” rincinya.
Agus mengelola kedainya setiap hari, mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Dalam sehari, ia mampu menjual 40 hingga 50 kebab, dengan omzet mencapai Rp500 ribu per hari.
Baca juga: Modal Rp3 Ribu Sudah Bisa Menikmati Es Cincau Seenak Ini di Bakalankrapyak
Ia juga mengungkapkan bahwa saat musim hujan permintaan pelanggan sedikit menurun. Agus berharap usahanya semakin berkembang dan banyak pelanggan yang menikmati kebabnya.
“harapannya semoga usaha lancar, semakin laris dan ramai pembeli” tambahnya.
Penulis: Fiska Aditia, Mahasiswa Magang PBSI UMK
Editor: Ahmad Rosyidi

