BETANEWS.ID, KUDUS – Sejak merebaknya Virus Corona, aktivitas di Pasar Kliwon tampak agak lengang. Padahal biasanya, suasana pasar terbesar di Kabupaten Kudus itu penuh dengan hiruk pikuk pedagang dan pembeli saat mendekati Ramadan seperti saat ini.
Jejeran toko terlihat minim aktivitas, hanya tinggal sang pemilik lapak dan pegawainya yang harap-harap cemas menunggu pembeli.
Sepinya pasar memang tak membuat aktivitas harian Ahmad Ahasin (24) berubah drastis. Ia masih saja mempersiapkan dagangannya seperti sedia kala, meskipun toko konveksinya tak banyak didatangi orang. Bahkan ia mengaku, omzetnya turun drastis hingga 60 persen.

“Pembelian dari pelanggan sejak ada wabah memang menurun drastis hingga 60%. Jadi lebih sepi sekarang,” ungkapnya saat ditemui di lapaknya, Senin (6/4/2020).
Selama pandemi ini, tokonya masih buka secara normal mulai pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Langkah ini ia ambil lantaran belum ada kejelasan soal pembatasan jam operasional di pasar.
“Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK) sudah mengajukan pembatasan jam operasional ini ke Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan soal hasilnya,” beber lelaki yang siang itu menggunakan kaos kuning.
Senada dengan Ahasin, Juwariyah (58) juga mengeluhkan hal yang sama. Pemilik toko sembako ‘Toko Mbak Yah’ di Blok C itu mengaku banyak pesanan kebutuhan pokok dibatalkan oleh pelanggan.
“Sejak ada virus, pesanan jadi sepi. Bahkan yang biasanya sehari bisa ada 10 pelanggan yang datang, hari ini sama sekali tidak ada yang datang. Hanya ada pembeli rumahan yang juga nggak begitu banyak,” ungkap wanita berjilbab itu.
Baca juga: Diminta Cukupi Kebutuhan Masyarakat, Ramayana Kudus Buka Lebih Cepat
Soal pembatasan jam operasional, ia juga mengaku belum mendapatkan kabar lebih lanjut soal rencana itu. Ia cuma mendengar, kebijakan itu baru dirapatkan dan hasilnya belum diumumkan.
“Untuk saat ini setahu saya belum ada kebijakan tutup lebih awal. Masih normal kayak biasanya. Kalau blok sini buka sekitar jam lima pagi sampai jam lima sore. Nggak tahu kalau lantai bawah atau blok lain,” tukas Juwariyah.
Editor: Ahmad Muhlisin

