BETANEWS.ID, KUDUS – Keberadaan Virtual Reality (VR) di Pameran Temporer Museum Kretek, diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk datang. Mengingat, VR yang berisi pesona Kabupaten Kudus itu baru pertama kalinya diakses secara umum.
Bahkan, alat tersebut dapat dinikmati masyarakat Kota Kretek tanpa biaya. Hal inilah yang menjadikan stand PT Djarum selalu ramai pengunjung sejak dibuka, Jumat (25/10/2024).

Dalam VR tersebut, pengunjung akan dapat suguhan video 360 derajat, meliputi Gerbang Kota Kretek, Menara, dan juga area pabrik Oasis Kretek Factory.
Baca juga: Keliling Kudus Lewat Virtual Reality PT Djarum di Pameran Temporer Museum Kretek
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Mutrikah, mengapresiasi PT Djarum atas kesediaannya membawa alat yang sebelumnya memang tidak diperuntukkan untuk umum. Ia menganggap, hal itu merupakan sebuah kepercayaan dari perusahaan terhadap kegiatan di Museum Kretek.
“Saya sangat bersyukur, dan ini suatu yang luar biasa. Saya mengapresiasi sekali, (PT Djarum) sudah memberikan kepercayaan untuk Museum,” bebernya.
Ia menjelaskan, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan terus membangun kebudayaan dan pengembangan museum yang berkolaborasi dengan pihak lain. Sehingga, museum dapat menjadi daya tarik wisata yang lebih dikenal masyarakat secara luas.
“Alhamdulillah, PT Djarum menaruh kepercayaan kepada kami, sampai mengeluarkan satu media yang selama ini belum dikeluarkan dan ini dikeluarkan. Sehingga besar harapan kami, dengan adanya alat ini masyarakat bisa lebih tertarik berkunjung ke Museum Kretek,” ungkapnya.
Baca juga: Dibuka Hari Ini, Pameran Temporer Museum Kretek Berlangsung Hingga 27 Oktober 2024
Lebih lanjut Tika mengatakan, pihaknya berharap beberapa perusahaan rokok bisa bekerja sama demi meningkatkan seni, budaya, dan pariwisata yang ada di Kabupaten Kudus, agar jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat.
“Sehingga dapat memberikan dampak ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat Kabupaten Kudus,” ujarnya.
Ia menuturkan, tujuan awal adanya kegiatan tersebut untuk memperkenalkan museum. Sebab, koleksi yang tersedia di sana memang dari beberapa perusahaan kretek di Kabupaten Kudus. Sehingga, pihaknya mencoba melibatkan beberapa perusahaan rokok di Kudus, utamanya yang masih eksis hingga saat ini.
“Jadi ini yang ingin kita sosialisasikan kepada masyarakat bagian dari sejarahnya, kualitas, bisa dilihat secara langsung. Selain itu juga ada beberapa koleksi dari Mbah Nitisemito, atau dari perusahaan rokok yang sudah tidak aktif lagi, kita coba untuk pamerkan, agar bisa menjadi suatu pembelajaran bagi masyarakat,” jelasnya. (adv)
Editor: Ahmad Muhlisin

