BETANEWS.ID, JEPARA – Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara merasa kecewa terhadap Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2, Witiarso Utomo- Muhammad Ibnu Hajar (Wiwit-Hajar) kerena enggan hadiri diskusi publik yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unisnu.
Ketua BEM Unisnu, Adam Mahfudz, mengatakan, pihaknya sudah mengundang dua Paslon Pilkada Jepara untuk hadir di kegiatan diskusi dengan nama ‘Panggung Rakyat, Jepara dengan Sederet Problematikanya’ sejak September.
Kegiatan tersebut tadinya ingin ia laksanakan pada 28 Oktober 2024. Namun, karena di waktu itu kedua Paslon belum mengetahui agenda kegiatan debat publik yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara, kedua Paslon belum memberikan jawaban.
Baca juga: Ribuan Surat Suara Pilgub Tiba di Jepara, Tinggal Tunggu Pilbup
Hingga akhirnya ia kembali bersurat untuk ketiga kalinya. Namun hingga Rabu, (23/10/2024) malam, hanya satu Paslon yang memberikan konfirmasi kehadiran kepada pihak panitia.
“Kami sangat, sangat kecewa (kepada Paslon Nomor urut 2) dan kekecewaan ini mungkin tidak hanya kami, tetapi juga seluruh elemen undangan yang hadir. Karena kami sudah susah payah untuk membuat kegiatan ini,” katanya saat ditemui di Auditorium Unisnu Jepara, Kamis (24/10/2024).
Ia sendiri tidak mengetahui secara pasti alasan mengapa Wiwit-Hajar tidak bisa hadir dalam kegiatan tersebut. Sebab dari konfirmasi yang ia peroleh, tim Wiwit-Hajar hanya menyampaikan maaf tanpa memberikan keterangan atau alasan ketikhadiran.
Baca juga: Pj Bupati Jepara Lantik 15 Pejabat Baru Jelang Pilkada
Padahal ia mengadakan kegiatan tersebut untuk menyuarakan keresahan mahasiswa terhadap berbagai problematika yang ada di Jepara. Di momen Pilkada inilah, menurutnya menjadi waktu yang tepat untuk menyuarakan berbagai problematika tersebut.
“Outputnya adalah ketika sudah ada pemenang di Pilkada kami tinggal menyodorkan kepada mereka janji-janji yang mereka sampaikan di panggung Rakyat ini,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut ia berharap bisa muncul sosok pemimpin di Jepara yang tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi, tetapi bisa mencarikan solusi terhadap berbagai persoalan yang ada di Jepara.
Editor: Ahmad Muhlisin

