BETANEWS.ID, PATI – Jahe asal Kabupaten Pati disebut-sebut memiliki kualitas tinggi. Hal tersebut membuat jahe dari Bumi Mina Tani memiliki peluang yang besar untuk diekspor ke luar negeri, salah satunya ke Amerika Serikat.
Hal ini ternyata menarik minat sejumlah pihak. Seperti halnya Universitas Sebelas Maret (UNS) hingga PT Mekar Saluyu Group, yang kemudian berdatangan di Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Pati. Mereka pun menginisiasi penamaan jahe di desa tersebut.
Baca Juga: Prabowo-Gibran Besok Dilantik, Pembangunan Jalan Tol di Pati Diharapkan Terealisasi
Perguruan tinggi asal Surakarta dan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan itu pun memberikan pembekalan ke puluhan petani di Jrahi.
Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat turut memberikan pemahaman kepada petani lewat daring. Para petani pun tampak antusias mengikuti pembekalan dari berbagai pihak.
Dalam kegiatan itu, petani diberikan pengetahuan tentang cara penanaman jahe hingga proses penjualan komoditas tersebut. Tujuannya yakni agar mereka tertarik memproduksi jahe.
”Ini bekerja sama dengan PT Mekar Saluyu Group, sehingga di sini bisa berkolaborasi dengan mitra yang ada di Jrahi, yang berada di Lereng Muria. Sehingga, kami harapkan komoditi terkait dengan jahe, kelor bisa subur dan bermanfaat bagi masyarakat di sekitar,” ujar Ketua Matching Fund, Khoirul Huda Atmadirgatama.
Khoirul yang juga dosen UNS itu menilai, kontribusi dari akademisi maupun perusahaan ini bisa mewujudkan rencana komoditas jahe dari Kabupaten Pati bisa dikenal dan dinikmati warga dunia. Hal ini dinilai bisa membawa dampak positif bagi perputaran ekonomi masyarakat sekitar.
”Sehingga nantinya potensi alam yang ada di sini bisa ekspor ke luar negeri maupun tingkat nasional. Di Jrahi ini ada potensi alam yang luar biasa. Kami memilih di Jrahi karena dataran tinggi, cukup menarik dan cocok untuk tanaman biofarmaka terutama jahe gajah maupun kelor,” ungkapnya.
Tak hanya menginisiasi saja, para petani nantinya juga akan mendapatkan pendampingan. Pendampingan ini dikelola dalam sebuah koperasi yang mengawal proses penanaman, hingga setelah panen. Koperasi ini juga untuk memastikan pasar bagi petani.
”Akan kita kawal dari proses penanaman sampai nanti ke proses panen, pasca panen. Kita juga akan bantu untuk proses pembelian terkait hasil pertanian di Jrahi ini. Nanti juga akan kita dampingi hasil pengolahan hasil pertanian ini. Sehingga jahe yang kita beli harganya akan lebih tinggi. Kita olah bentuknya serbuk, kapsul, sehingga ekonomi meningkat,” sebutnya.
Sementara itu, Direktur PT Mekar Saluyu Group, Muhammad Saifullah menjelaskan, bahwa permintaan pasar untuk komoditas jahe sangat tinggi. Mulai dari Malaysia, Pakistan, Bangladesh dan India.
”Peluang pasarnya kita cukup tinggi. Permintaan di kita saja 120 kontainer atau setara dengan 3 ribu ton per tahun,” ujarnya.
Baca Juga: Masih Ada Kesempatan, Pemkab Pati Buka Pendaftaran PPPK Tahap I Hingga Besok
Dengan inisiasi penanam jahe di Pati ini bisa membantu pemenuhan pasokan jahe di pasar dunia. Sekaligus membantu roda ekonomi para petani komiditas ini.
”Harapan saya kenapa coba menanam untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Hasil panen membantu kita, khususnya Indonesia untuk meningkatkan kuantitas ekspor. Kedepannya ini rencananya organik, selama dua tahun akan kita pantau terus, rencana pasar kita Amerika,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

