BETANEWS.ID, PATI – Saiful Arifin (Safin), Mantan Wakil Bupati Pati dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pati 2024 ini, beda arah dukungan dengan PDIP untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati.
Saiful Arifin yang selama ini dikenal khalayak sebagai kader PDIP itu, tidak tegak lurus terhadap partai yang pernah mengusungnya pada pilkada sebelumnya.
Cap sebagai kader partai berlambang banteng moncong putih itu, karena Safin juga diketahui merupakan Wakil Ketua DPP Kesatuan Banteng Muda (KBM) Kemaritiman 2015-2020. Ia juga sempat menempuh sekolah partai PDIP.
Baca juga: Ali Badrudin Kembali Jabat Ketua DPRD Pati, Wakilnya Sisakan Satu Orang Lawas
Pada Pilkada Pati ini, dirinya juga ikut mendaftarkan diri melalui PDIP dan sejumlah partai lainnya. Safin yang namanya sempat digadang-gadang akan mendapatkan rekom dari PDIP, akhirnya tersingkir.
PDIP akhirnya memutuskan untuk mengusung paslon Wahyu Indriyanto-Suharyono pada Pilkada 2024. Selain PDIP ada juga partai koalisi lainnya, yakni PKS dan Demokrat.
Tak mendapatkan rekom dari partai manapun, Safin kemudian ikut bergabung ke paslon lain yakni Sudewo-Risma Ardhi Chandra.
Merespon terkait dukungan oleh Saiful Arifin yang beda arah dari PDIP, Ali Badrudin, Ketua DPC PDIP Pati merespon santai. Ia mengaku tidak tahu kalau Safin kader PDIP atau bukan.
”Tanyakan yang bersangkutan. Dia kader atau tidak. Saya ngak tahu klau punya KTA. Tidak punya KTA juga kami ndak tahu,” ujarnya.
Terkait sekolah partai, Ali mengaku tak pernah mengundang Safin di acara partai. Safin juga tak pernah tercatat sebagai pengurus DPC PDIP Kabupaten Pati.
”Sekolah partai yang mengundang DPP bukan DPC. Kami selama ini ndak pernah mengundang pak Safin. Klau pusat urusan pusat,” ungkapnya.
Dirinya juga tak mempunyai rencana untuk melaporkan manuver politik Safin. Ia menilai pilihan untuk mendukung salah satu paslon merupakan hak seseorang.
Baca juga: Jelang Akhir Masa Jabatan, Baliho Ucapan Terima Kasih untuk Jokowi Menjamur
”Lapor melapor itu apa. Pilkada itu kan pesta demokrasi lima tahun sekali untuk memilih pemimpin yang bik untuk pemimpin Kabupaten Pati. Pembelajaran yang baik bagi masyarakat agar memilih yang mempunyai jejak rekam yang baik. Biarkan masyarakat memilih jangan paksa-paksa,” uucapnya.
Ketika ditanya tentang potensi memecat Safin, Ali mengaku hal tersebut merupakan wewenang DPP PDIP. Bukan wewenang pimpinan partai di daerah.
”Mas Arifin bukan pengurus DPC. Kalau pecat memecat bukan urusan kami,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

