BETANEWS.ID, KUDUS – Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Kudus, Syafi’i, membantah pihaknya telah melakukan pendataan Honor Kesejahteraan Guru Swasta (HKGS). Pihaknya menegaskan tidak melakukan percakapan pendataan HKGS yang diduga disertai ancaman yang tersebar di grup-grup WhatsApp.
Syafi’i mengatakan, saat ini pihaknya belum melakukan pendataan maupun verifikasi penerima HKGS 2025, karena biasanya dilakukan November.
“Ini, kan, baru Oktober, jadi kami belum melaksanakan pendataan maupun verifikasi penerima HKGS untuk 2025,” ujar Safi’i di kantornya, Kamis (17/10/2024).
Baca juga: Bertemu 6 Organisasi Guru Swasta, Hartopo-Wahib Komitmen Naikkan HKGS Rp1 Juta Sebulan
Untuk pendataan penerima HKGS, lanjutnya, guru swasta di Kudus cukup menyertakan Surat Keputusan (SK) pengangkatan, jumlah siswa sekolah tempat mengajar, serta durasi waktu mengajar setiap hari.
“Nanti kami hitung lama guru tersebut mengajar. Hanya itu saja persyaratannya,” bebernya.
Syafi’i mengatakan, tahun ini alokasi HKGS kurang lebih Rp44 miliar. Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni 2024.
“Sementara untuk penerima HKGS tahun ini ada 7.613 guru swasta. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Syafi’i.
Baca juga: SMK Duta Karya Kudus Gelar Job Fair 2024
Dia menuturkan, tiap tahun jumlah guru swasta penerima HKGS memang selalu berkurang. Hal itu disebabkan, ada yang meninggal, pindah domisili, maupun ada yang keterima jadi Pengawai Negeri Sipil (PNS) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“HKGS ini sangat bermanfaat sekali bagi para guru swasta, terutama guru madrasah. Kami berharap, siapa pun nanti pimpinan kita tetap mempertahankan program HKGS ini,” harapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

