BETANEWS.ID, PATI – Persipa Pati telah melakoni tiga laga pada pertandingan Liga 2 musim 2024/2025. Namun, tren positif belum menghampiri Laskar Saridin di awal musim ini.
Terhitung, dari hasil tiga laga itu, Persipa Pati baru mengantongi satu poin saja. Hasil ini didapatkan saat anak asuhan Bambang Nurdiansyah menjamu tamunya Nusantara United di Stadion Joyokusumo Pati pada Sabtu (14/9/2024).
Ketika itu, Persipa Pati ditahan imbang oleh Nusantara United, dengan skor 1-1.Sedangkan dalam dua laga tandang, Laskar Saridin menelan kekalahan.
Saat laga perdana menghadapi tuan rumah Bhayangkara FC, Persipa Pati kalah 1-0 dengan tim The Guardians di Stadion Trisanja Slawi, Kabupaten Tegal pada 8 September 2024.
Sedangkan pada laga ketiga yang berlangsung pada Jumat (20/9/2024) kemarin, Persipa Pati juga mengalami kekalahan saat bertandang di markas Persekat Tegal. Laskar Saridin harus mengakui keunggulan skuad Ki Gede Sebayu dengan skor 2-0.
Kondisi tersebut, membuat Persipa Pati belum bisa beranjak dari papan bawah klasemen sementara.
Terkait dengan hasil yang belum maksimal untuk tiga laga yang sudah berjalan ini, Joni Kurnianto, CEO Persipa Pati meminta maaf. Dirinya meminta agar supporter dan masyarakat pecinta bola untuk tidak menyalahkan pemain.
“Saya meminta maaf selaku CEO Persipa Pati kepada masyarakat, pendukung Persipa Pati dan para supporter. Kami memohon kepada seluruhnya, kalau memang mau menyalahkan, salahkan saya saja, salahkan diri saya, ” ujar Joni.
Menurutnya, harus diakui, bahwa persiapan Persipa Pati kurang maksimal, karena agak terlambat. Hal ini dikarenakan pendanaan untuk tim Laskar Saridin tersebut juga mepet.
“Karena memang saya berusaha mencari uang. Berusaha mencari pendanaan dan alhamdulillah, ada sahabat saya yang ikut membantu untuk pembinaan Persipa Pati ini, ” imbuhnya.
Dengan hal itu, pihaknya kemudian segera merekrut pelatih Bambang Nurdiansyah dan sederet nama-nama pelatih ternama. Setelahnya, merekrut para pemain dengan uang pribadinya.
Joni menyebut, sudah berupaya berkomunikasi ke berbagai pihak, baik ke pemerintah kabupaten, DPRD, pengusaha maupun perusahaan.
“Alhamdulillah, ketua dewan komit membantu saya, Pak Ali Badrudin, kemudian ke Dispora juga membantu untuk pemakaian Stadion Joyokusumo, ” ungkapnya.
Sedangkan untuk beberapa perusahaan yang juga turut membantu Persipa Pati, di antaranya ada Sukun, Monster Laut, KSH, Dua Kelinci, PDF dan BPR Karticentra Artha.
Ia menyebut, hingga saat ini, sebagian besar pendanaan Persipa Pati masih kantong pribadi dan sahabatnya. Sehingga, dirinya berharap pengusaha maupun perusahaan yang ada di Pati juga turut serta memberikan dukungan kepada Persipa Pati.
Sekali lagi, Joni menegaskan, bahwa saat ini tim masih berproses. Ia yakin, dengan tim pelatih dan pemain-pemain muda yang bagus dan memiliki karakter wani ngeyel, serta komposisi pemain asing yang sudah komplit, Persipa Pati bisa bangkit.
“Dan ini semua butuh proses. Dan saya akui, fisik-fisik pemain belum 100 persen. Ini sedang menuju ke sana. Saya yakin, dengan tim pelatih dan pemain saya,” tegasnya.
Untuk itu, ia berharap, kepada masyarakat maupun supporter untuk tidak menghakimi pelatih maupun pemain. Kalaupun mau menyalahkan, ia mempersilakan dirinya saja yang dihakimi.
“Tolong temen-temen, masyarakat, kalau mau menghakimi, hakimi saya. Hakimi Pak Joni saja, jangan tim pelatih dan pemain. Mereka tidak salah, karena memang ini faktornya pendanaan, ” ujarnya.
Joni juga berharap, masyarakat Pati khususnya bisa punya rasa memiliki terhadap Persipa Pati. Agar Persipa Pati bisa terus survive minimal bertahan di Liga 2.
“Saya yang asal Surabaya saja bisa cinta Persipa, orang Pati asli harus bisa punya rasa memiliki tim ini. Jeda kompetisi kemarin, kalau saya mau sudah tak lepas, banyak yang nawar laku Rp10 miliar tapi Persipa tidak home base di Pati, saya tidak mau. Karena itu saya butuh support, saya takut badan saya ini tidak kuat, saya takut mental saya lemah,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

