31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Seminar Kajian Koleksi, Cara Museum Patiayam Kenalkan Fosil Temuan Baru

BETANEWS.ID, KUDUS – Museum Situs Purbakala Patiayam menggelar seminar hasil kajian koleksi yang bekerjasama dengan Museum dan Cagar Budaya (MCB) Unit Sangiran, Kamis (8/8/2024). Kegiatan itu melibatkan puluhan peserta dari berbagai tingkatan sekolah, perguruan tinggi, hingga blogger dan konten kreator.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Mutrikah, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari kajian koleksi. Tujuannya, agar masyarakat tahu ada penemuan fosil baru di Situs Patiayam.

Disbudpar Kudus menggelar seminar kajian koleksi fosil Museum Patiayam. Foto: Kaerul Umam

“Dari hasil kajian koleksi ini, bisa lebih dimanfaatkan kemudian lebih bisa diperkenalkan, secara luas. Sehingga, nilai sejarah ini dapat digunakan, utamanya untuk kegiatan-kegiatan edukasi, pendidikan, dan penelitian,” katanya.

-Advertisement-

Baca juga: Museum Patiayam Tahun Ini Ajukan Proses Regnas Cagar Budaya, Apa Itu?

Tika berharap, seminar hasil kajian koleksi tersebut bisa jadi penyebar informasi kepada masyarakat secara luas. Sebab, setiap tahun koleksi Museum Situs Purbakala Patiayam semakin banyak.

“Untuk saat ini total koleksi yang ada di Museum Situs Purbakala Patiayam kurang lebih 10.500 fosil dari berbagai fauna dan lingkungan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kegiatan itu juga menjadi agenda rutin setiap tahun yang didukung dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik. Setidaknya setiap tahunnya hanya bisa mengkaji antara 40-50 fosil temuan baru di Situs Purbakala Patiayam.

Baca juga: 17 Fosil Purba Museum Patiayam Sudah Mendapat SK Cagar Budaya

“Tahun ini kami hanya mengkaji 43 koleksi (fosil). Mengingat kami juga harus menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Tapi rata-rata sekitar 40-50 koleksi fosil setiap tahun dilakukan pengkajian yang bersumber dari anggaran DAK Nonfisik,” ujarnya.

Sementara itu, Pamong Budaya Ahli Pertama MCB Unit Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Krikilan, Reza Andreas Syahputra, menuturkan, kajian yang dilakukan itu bisa menjadi tambahan informasi bagi museum. Terlebih juga masyarakat bisa belajar di museum.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER