Ngeri!!! Duel Antar Geng Remaja di Pati Berujung Maut

BETANEWS.ID, PATI – Duel antara geng remaja di Kabupaten Pati berujung maut. Satu orang meninggal dalam peristiwa itu. Korban berinisial MS (16) yang meninggal itu, karena mengalami luka bacok pada kepala.

Akibat peristiwa itu, tujuh pelaku duel antara kelompok tersebut ditetapkan menjadi tersangka. 

Baca Juga: Gelar Festival Kali Juwana, Jampisawan Bersih-bersih Sungai

-Advertisement-

Sementara dua tersangka AW (20) dan HP (32) serta lima tersangka yang masih berusia anak-anak. Mereka telah ditahan di rutan Mapolresta Pati. 

Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol M Alfan Armin mengatakan, peristiwa duel antara geng remaja tersebut terjadi pada Minggu (28/7/2024) dini hari.

Alfan menyebut, awalnya polisi menerima laporan terkait adanya korban MS (16) warga Pati yang dirawat di rumah sakit. Korban mengalami luka bacok setelah duel antargeng. 

“Saat itu kondisi korban kritis. Petugas kepolisian melakukan  interograsi kepada teman korban. Di mana, bahwa korban habis melakukan duel dengan kelompok remaja lain,” ujar Alfan, Selasa (30/7/2024). 

Alfan mengatakan, setelah dicek, ternyata pada Minggu dini hari tersebut telah terjadi duel antara geng remaja di jalan Desa Gambiran, Kecamatan Pati. Mereka berasal dari kelompok remaja Maju Tubruk Geng dengan Geng Slow. 

Menurutnya, duel tersebut ternyata telah direncanakan oleh geng remaja itu. Mereka saling nantang untuk melakukan duel antara remaja dengan menggunakan senjata tajam. Sementara korban MS berasal dari Geng Slow. 

“Sebelumnya dua kelompok ini sudah janjian sebelumnya untuk ketemu di lokasi untuk melakukan duel dua lawan dua menggunakan sajam,” ungkapnya.

Nahas saat kejadian duel, korban terkena bacokan mengenai kepalanya. Korban sempat dirawat di rumah sakit. Namun korban dinyatakan meninggal dunia pada Senin (29/7/2024) siang kemarin. 

“Kemudian keesokan harinya Senin siang dinyatakan meninggal dunia. Kemudian dilakukan autopsi terhadap korban, karena mengalami luka di kepala. Jenazah korban diserahkan kepada keluarga,” kata Alfan. 

Dia mengatakan, setelah kejadian itu polisi menetapkan dua orang dewasa dan lima anak lainnya menjadi tersangka. Mereka berasal dari dua kelompok Maju Tubruk Geng dan Geng Slow.

Katanya, mereka yang diamankan polisi itu terlibat dalam duel tersebut. Selain itu ada pula yang berperan sebagai admin medsos yang bertugas mengatur rencana duel antara kelompok. 

“Perannya, orang yang melakukan duel sebanyak tiga orang. Sebenarnya empat orang, tapi salah satunya adalah korban. Kemudian admin kedua kelompok untuk mengatur terkait pelaksanaan duel dan pimpinan kelompok untuk menyuruh korban dan kelompok melaksanakan duel,” ungkap Alfan. 

Baca Juga: Datang ke Pati, Crazy Rich Grobogan Jajal Rumput Stadion Joyokusumo

Lanjutnya, setelah dilakukan pemeriksaan, terungkap, ternyata kedua geng sengaja untuk melakukan duel. Tujuannya untuk menguji mental anak-anak baru yang ada di masing-masing geng.

“Maksud dari duel hasil penyelidikan kedua kelompok ini ingin menakar atau menguji mental anak anak baru dari masing kelompok,” kata Alfan. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER