BETANEWS.ID, KUDUS – Jumlah siswa baru di Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Kudus setiap tahun terus turun. Bahkan di tahun ajaran baru 2024 ini, SD Negeri 2 Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, hanya mendapat satu siswa baru.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SD 2 Bulungcangkring Kudus, Sutipah mengatakan, beberapa tahun terakhir jumlah siswa di SD yang ia pimpin selalu kecil. Pada tahun lalu jumlah siswa baru hanya ada dua anak.
“Tahun lalu kami hanya dapat dua siswa baru. Tahun ini lebih parah karena hanya mendapatkan satu siswa,” ujar Sutipah kepada Betanews.id, saat ditemui di SD Negeri 2 Bulungcangkring, Rabu (24/7/2024).
Baca juga: Hanya Terima 11 Siswa, Guru SDN 3 Karangaji Patungan Beli Seragam Gratis
Sutipah mengaku sebenarnya sudah berupaya agar SD 2 Bulungcangkring bisa mendapatkan banyak siswa di tahun ajaran baru. Dirinya yang juga kepala sekolah SD 1 Bulungcangkring membatasi jumlah siswa baru agar orang tua mendaftarkan anaknya ke SD 2 Bulungcangkring. Kebetulan jarak kedua sekolah tersebut hanya selemparan batu.
“Setiap ada orang tua yang mendaftarkan anaknya ke SD 1 saya arahkan untuk ke SD 2 Bulungcangkring saja. Namun, orang tua siswa kebanyakan tidak mau dan tetap memilih mendaftarkan anaknya ke SD 1 Bulungcangkring,” bebernya.
Sulitnya SD 2 Bulungcangkring mendapatkan siswa, ungkap Sutinah, dikarenakan tidak semua kelas berada di satu lokasi. Ada beberapa kelas yang terpisah dan jaraknya cukup jauh. Oleh karenanya orang tua enggan menyekolahkan anaknya ke SD 2 Bulungcangkring.
“Yang di lokasi dekat dengan SD 1 Bulungcangkring ini kelas 1, 2, 5 dan 6. Sementara yang terpisah itu kelas 3 dan 4,” rincinya.
Baca juga: Tahun Ajaran Baru, SDN Kalianyar Jepara Hanya Dapat 7 Siswa
Dia mengatakan, jumlah total siswa di SD 2 Bulungcangkring ada 23 anak. Kelas 1 terdiri dari dua siswa, satu siswa merupakan tingggal kelas di ajaran tahun lalu. Kelas 2 ada satu siswa, kelas 3 ada dua siswa, kelas 4 ada tiga siswa, kelas 5 ada enam siswa dan kelas 6 ada sembilan siswa.
“Tiap tahun ajaran baru, SD 2 Bulungcangkring memang selalu kesulitan mendapatkan siswa. Bahkan tahun lalu itu tak ada kelulusan, karena kelas 6 tak ada siswanya. Hal itu disebabkan enam tahun sebelumnya pernah tak dapat siswa sama sekali,” imbuhnya.
Editor: Suwoko

