BETANEWS.ID, JEPARA – SDN 3 Karangaji, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara hanya menerima 11 murid baru pada tahun ajaran 2024/2025. Sebagai upaya untuk menarik minat orang tua siswa agar mendaftarkan anaknya di SDN 3 Karangaji, pihak sekolah menyediakan seragam gratis.
Kepala Sekolah SDN 3 Karangaji, Muslikan mengatakan seragam sekolah gratis yang disediakan berasal dari hasil iuran para guru. Iuran tersebut diambil dari uang tunjungan yang diterima para guru setiap tiga bulan sekali. Nilainya sebesar Rp50 ribu per guru.
Baca Juga: Bawaslu Jepara Temukan 60 Pantarlih Masuk Sipol
Jenis seragam sekolah yang diberikan juga lengkap. Mulai dari seragam merah putih, pakaian batik, dan seragam olahraga.
“Kami ada bantuan seragam dan alat tulis gratis untuk para siswa yang mendaftar. Ini jadi upaya kami untuk menarik para siswa biar mau mendaftar, uangnya kami ambilkan dari iuran para guru,” katanya saat ditemui di SDN 3 Karangaji, Senin (22/7/2024).
Selain pemberian seragam dan alat tulis gratis, pihaknya juga melakukan sosialisasi door to door dengan mendatangi langsung masyarakat agar mau mendaftarkan anaknya di SDN 3 Karangaji.
Pada saat masa pendaftaran, SDN 3 Karangaji tadinya hanya menerima lima murid baru. Jumlah tersebut kemudian bertambah pada saat hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Selama ini kita juga home to home, home visit ke wali murid yang memiliki anak usia sekolah, untuk mau mendaftarkan anaknya di sekolah kami,” ujarnya.
Adapun penyebab dari minimnya siswa yang mendaftar di SDN 3 Karangaji yaitu karena kebanyakan orang tua di daerah tersebut lebih banyak mendaftarkan anaknya di Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Baca Juga: KPU Jepara Terima Usulan Tiga TPS Khusus di Pilkada 2024
Kapasitas murid di SDN 3 Karangaji seharusnya sebanyak 36 siswa per kelas. Namun setiap tahun jumlah siswa yang mendaftar tidak pernah memenuhi jumlah tersebut. Apapun jumlah keseluruhan siswa di SDN 3 Karangaji saat ini dari kelas 1-6 juga hanya 67 siswa.
“Dari tahun selalu kayak gitu, hanya puluhan jumlah muridnya, ngga pernah sampai 30 lah. Tidak disini saja, beberapa SD di Jepara juga ada. Karena secara persaingan ketika dekat dengan MI, orang tua lebih memilih mendaftarkan anakanya kesana (MI),” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

