BETANEWS.ID, KUDUS – Penjual bakso goreng di depan SMP 1 Mejobo, Jalan Budi Utomo, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus itu tampak cukup ramai pembeli. Tak hanya pelajar, beberapa orang umum juga tampak datang silih berganti.
Sang penjual, Imbron (40), biasanya menjajakan bakso gorengnya mulai pagi hingga siang, yakni saat anak-anak pulang sekolah. Sementara itu, mulai sore sekitar pukul 17.00-22.00 WIB biasanya dia menjajakan dagangannya di pertigaan Desa Jepang, Kudus.

“Jualan bakso goreng sudah sejak 2006. Biasanya jualan yang sore menuju malam itu lebih ramai lagi. Soalnya para pengendara mulai dari yang pulang kerja atau bahkan yang hanya sekedar jalan-jalan malam itu lebih banyak dibandingkan anak sekolah,” ujarnya, Rabu (29/05/2024).
Baca juga: Bakso Maknyus di Pedawang Ini Harganya Mulai Rp5 Ribu, Segini Porsinya
Tak jarang, dirinya juga sering menjadi jujugan para pembeli dari berbagai desa hingga luar daerah seperti Pati. Dia mengungkapkan, dulunya bahkan jualannya sempat viral lantaran ada yang membuat konten dagangannya di media sosial.
“Pernah ada anak sekolah yang buat konten gitu terus orang-orang juga ada yang upload di Facebook yang komentar sampai ribuan. Katanya mereka itu yang bikin enak bumbunya terus rasa bakso gorengnya juga beda dari yang lain,” ungkapnya.
Baca juga: Wow! Omzet Outlet Tahu Uap di Getas Pejaten Ini Capai Rp2,2 Juta Sehari
Imbron sendiri membanderol bakso gorengnya dengan harga mulai Rp2ribu/bungkus plastik. Biasanya dia membawa sekitar 100 kilogram adonan bakso goreng.
“Sekarang bahan pokok udah pada naik jadi harga bakso gorengnya juga naik. Kadang kalau ada pembeli yang nawar kayak sedih aja orang untungnya nggak seberapa,” jelas Imbron.
Editor: Ahmad Muhlisin

