1.264 Orang Ikuti Pelatihan Keterampilan di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – 1.264 orang mengikuti pelatihan keterampilan yang diadakan Disnakerperinkop dan UKM Kudus. Ada 15 pelatihan dalam agenda tahunan yang menyedot biaya Rp4,5 miliar tersebut.

Kepala Disnakerperinkop dan UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati menyampaikan, pelatihan yang didanai anggaran DBHCHT hasil cukai rokok tersebut dimulai sejak awal tahun 2024.

Baca Juga: Pangkas Pengeluaran Petani Usai Panen, Dispertan Kudus Bangun 8 Titik JUT

-Advertisement-

“Mulainya kegiatan pelatihan ketrampilan kerja ini dari bulan Maret, bahkan pertengahan Januari sudah dimulai. Insyaallah akan selesai di bulan agustus atau September 2024,” bebernya, Rabu (10/7/2024).

Ia menjelaskan, sesuai arahan Pj Bupati Kudus untuk mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Kudus, pihaknya fokus memberikan pelatihan di sektor jasa dan industri.

“Sesuai dengan arahan Pj Bupati Kudus, ketika kami paparan terkait dengan pengangguran, juga selama 10-20 tahun kedepan, sektor industri beralih ke sektor jasa. Makanya untuk pelatihan juga kita sesuaikan,” ungkapnya.

15 pelatihan keterampilan yang digelar tersebut, merupakan rekomendasi dari masyarakat. Sebelumnya, pihaknya melakukan survei dan bersurat ke pihak kecamatan hingga desa, untuk mengetahui kebutuhan pelatihan apa yang dinginkan dari masyarakat.

“Selain itu kita juga berkoordinasi dengan pihak perusahaan, jenis tenaga apa yang dibutuhkan dari perusahaan, di sektor industrial. Khususnya tahun ini, seperti pelatihan pembuatan roti dan kue, MUA, tataboga, barbershop, jahit tas (merajut), pengolahan buah, pengolahan ikan, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Ia mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan rutin setiap tahun itu, masih menarik minat masyarakat untuk mengikuti pelatihan yang diberikan dari UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) BLK (Balai Latihan Kerja) Kudus.

Ia menambahkan, tidak ingin peserta usai lulus pelatihan nganggur, pihaknya telah membetuk tim untuk melakukan pemantauan dan evaluasi. Salah satunya bersinergi dan bekerjasama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk membentuk wirausaha baru. Rencana itu diperuntukan, khususnya bagi kelas pelatihan pembuatan roti dan kue, serta pelatihan tata boga.

Baca Juga: Dwi Berencana Buka Usaha di Rumah Usai Ikuti Pelatihan Tataboga Kudus

“Setelah pelatihan selesai, alumni peserta pelatihan ini akan diberikan sosialisasi terkait dengan kemudahan bidang usaha. Salah satunya kemudahan dalam pembuatan NIB usaha. Sehingga setelah pelatihan selesai, kemudian ada ijin usahanya, jadi sangat mengurangi pengangguran di Kudus,” ujarnya.

“NIB ini penting, karena satu usaha memang harus dilengkapi dengan legatitas usaha yang lengkap. Seperti NIB, PIRT, dan sertifikat halal, itu harus dimiliki oleh pelaku usaha di bidang kuliner. Ini untuk kepentingan pelaku usaha sendiri, jadi dengan legalitas usaha lengkap, dari segi kenyamanan konsumen kan juga percaya untuk menkonsumsi suatu produk makanan,” tegasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER