BETANEWS.ID, KUDUS – Dwi Afriyani Putri adalah salah satu peserta pelatihan tata boga di UPTD BLK yang diadakan Disnakerperinkop UKM Kabupaten Kudus. Tangan terampilnya terlihat saat menggoreng tayoyaki bersama teman pelatihannya
Tak hanya itu, ia juga terlihat sudah jago menghias makanan di atas piring dengan tampilan yang cantik nan elegan.
Baca Juga: Punya Peluang Bisnis Menjanjikan, Ambar Mantap Ikuti Pelatihan MUA di Kudus
Dwi menuturkan, awalnya dia ingin mahir memasak. Meski sebelumnya ia sudah bisa memasak, namun ia ingin lebih menguasai banyak masakan, baik masakan daerah hingga Nusantara.
“Alasannya biar bisa masak saja. Sebelumnya ya bisa (masak), tapi dengan pelatihan ini dapat banyak ilmu lagi. Rencananya, setelah ini pengen mempraktekkan dan buka usaha di rumah,” bebernya, Rabu (10/7/2024).
Dalam pelatihan yang diikuti tersebut merupakan kali pertamanya. Ia mengaku sangat senang mengikuti pelatihan tersebut, selain mendapatkan banyak tambahan ilmu yang didapatkan, ia juga bisa mengenal banyak teman.
“Baru pertama ikut, karena baru lulus SMA. Ikut pelatihan ini senang, kayak kenal sama teman-teman banyak dan mendapatkan banyak ilmu. Karena di sini diajarkan membuat makanan bermacam-macam kuliner, seperti selat solo, mi pelangi, kebab, sushi,” ungkap warga Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus tersebut.
Sementara itu, pembimbing kelas tata boga, Mira Farida Mutumanikam menambahkan, dalam kelas tataboga yang dia ajarkan, setidaknya ada 16 peserta. Mereka merupakan warga asli Kudus, baik masyarakat umum, dan juga keluarga dari pekerja rokok.
“Peserta dari pelajar, ibu rumah tangga, dan bapak-bapak juga ikut. Sejauh ini yang diajarkan di kelas tata boga ini meliputi makanan Nusantara dan juga makanan daerah. Antusias peserta yang mengikuti pelatihan ini amat sangat bisa mengikuti dari awal hingga akhir,” tuturnya.
Baca Juga: Syafa’ah Collection Kudus Kebanjiran Order Kerudung Seragam Sekolah
Ia menambahkan, pelatihan dilaksanakan selama 17 hari. Diaman dua hari untuk pelatihan soft skil (teori) dan 15 sisanya untuk pelatihan prakteknya. Menurutnya, ada 30 macam makanan yang diajarkan kepada belasan peserta tersebut. Dalam sehari, peserta diajarkan membuat dua menu makanan.
“Jadi untuk peserta ini, ada yang sudah memiliki usaha sendiri di rumah. Sehingga mereka mengembangkannya lebih mudah dan bisa meningkatkan skil mereka yang sudah mereka punya,” jelasnya.
Editor: Haikal Rosyada

