BETANEWS.ID, KUDUS – Lembaran kaca terlihat di sebuah halaman rumah, di Desa Getas Pejaten RT 09 RW 04, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Tampak seorang pria sedang memotong kaca. Pria itu, yakni Budi Santoso (34) sambil memotong kaca dia bercerita tentang usahanya, yakni pembuatan akuarium kaca.
Budi sapaan akrabnya, memulai usaha produksi akuarium sejak 2016 lalu. Sebelumnya dia memproduksi tas untuk souvenir ulang tahun. Karena kalah bersaing, akhirnya ganti membuat akuarium. Saat awal mempruduksi akuarium, dia mengaku produknya tidak laku di pasaran dan sempat kembali produksi tas souvenir.

Bapak tiga anak itu mengungkapkan, awalnya dia ditawari temannya kaca sisa pabrik. “Saya ambil saja karena harganya cukup murah. Saya jual lembaran selama satu tahun, tetapi tidak laku. Akhirnya saya bertanya kepada teman cara membuat akuarium,” ujarnya kepada betanews.id, Jum’at (14/2/2020).
Pada awal usahanya, akuariumnya kurang diminati pasar. Kemudian dia mendapat masukan dari teman, jika memulai usaha jangan mengutamakan hasil terlebih dahulu. “Kata teman saya, yang penting fokus dan terus berusaha. Kemudian di tahun 2017, saya pinjaman uang teman buat modal produksi akuarium lagi,” jelasnya.
Saat itu, Budi pinjam uang temannya sebanyak Rp 2 juta untuk kembali produksi akuarium. Buah dari kesabaran Budi akhirnya didapat.Akuariumnya perlahan mulai laku. Dia berani menjual dengan harga grosir agar pembeli mau membayar secara tunai.
Selain menjual akuarium, Budi juga menjual aksesoris akuarium. Seperti kapas, harganya Rp 5 ribu, tanaman Rp 10 ribu, batu Rp 10 ribu, pompa air mulai harga Rp 30 ribu hingga Rp 1 juta, lampu Rp 30 ribu hingga Rp 200 ribu, aerator Rp 25 ribu hingga Rp 45 ribu.
“Akuariumnya mulai harga Rp 10 ribu hingga Rp 1,2 juta. Saya juga jual ikan gupy harga Rp 10 ribu dapat dua. Omzet per hari skitar Rp 300 ribu, kalau ramai ya bisa mencapai Rp 1,5 juta. Selain termurah di Kudus, akuarium saya juga ada garansi bocor selama 30 hari,” terang Budi.
Akuariumnya saat ini dipasarkan sekitar wilayah eks Karesidenan Pati, Demak dan Semarang. Selain penjualan dilakukan secara online, juga ada pengepul dari Jepara dan Kudus. Dalam sehari, Budi bisa memproduksi tiga akuarium untuk ukuran besar dan minimal 10 untuk ukuran kecil.
“Yang susah itu untuk menjual dan mendapan uang tunai. Saya tidak mau modal berhenti, karena modal saya masih sedikit. Biasanya yang akuarium kecil diambil pengepul dari Jepara, dan yang ukuran besar diambil pengepul Kudus,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono


Mohon lokasi yang membuat aquarium ini, terima kasih