BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang wanita terlihat sibuk membuat pesanan pembeli di Warung Nasi Bali di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Ia tampak memilih berbagai lauk pauk pilihan pembeli yang ada di etalase kaca, seperti sate lilit, ayam betutu, telur, lawar, jukut, hingga sambal matah.
Meski baru buka Januari 2024, warung milik Sari Ciptaningrum (37) itu jadi jujugan banyak orang yang ingin menikmati nasi bali. Dengan harga cukup terjangkau, yakni Rp15 ribu, pembeli sudah bisa menikmati kuliner bali dengan rasa otentik.
“Dulu memang sempat pergi ke Bali pada 2005, baru pulang 2016an. Tapi, baru berani buka usaha nasi bali tahun 2024 karena, ya, sempat takut kalau nggak diterima di sini,” jelasnya, Sabtu (19/04/2024).
Baca juga: Mencicipi Nasi Biryani Khas Pakistan di Kira Kitchen yang Selalu Bikin Nagih, Segini Harganya
Menurut Sari, nasi bali memang memiliki cita rasa khas yang sangat berbeda dengan kuliner Kudus. Sehingga, tak mudah baginya menyajikan nasi bali kepada masyarakat Kudus yang lekat dengan rasa masakan manis.
“Kalau sekarang sudah nggak sepedas dulu pas awal buka karena banyak pelanggan yang nggak kuat. Padahal sempat beberapa kali mendapat pelanggan dari Bali asli bilang kurang pedas,” jelasnya.
Sari membutuhkan waktu enam jam untuk memasak Nasi Bali. Dalam sehari, Sari biasanya membuat sekitar 50-70 porsi. Nasi bali miliknya itu dia jual dengan harga Rp15 ribu.
“Warung buka setiap hari kecuali Senin, mulai pukul 10.00-16.00 WIB. Sampai saat ini belum buka pesanan secara online, tapi sudah ada rencananya,” tambahnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

