BETANEWS.ID, KUDUS – Tumpukan kain batik terlihat di dalam rumah produksi Muria Batik, Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Selain batik, ada pula beberapa pakaian-pakaian seperti blouse, kemeja, hingga dress yang terpajang dengan rapi.
Di antara berbagai produk itu, sang Owner Muria Batik, Yuli Astuti tampak melayani beberapa orang yang sedang memilih kain batik. Menjelang Lebaran, tempat tersebut memang jadi salah satu jujugan warga yang ingin memperbarui pakaian.
“Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, alhamdulillah ada kenaikan sekitar 40-50 persen. Sekarang sudah mulai normal penjualannya setelah covid tahun lalu,” tutur Yuli saat ditemui, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Angkat Kearifan Lokal Kudus Jadi Jalan Muria Batik Dikenal hingga Mancanegara
Yuli juga menyediakan hampers lebaran. Biasanya pembeli lebih banyak memesan hampers seperti sarung batik, pashmina batik, dress hingga kain batik yang dibuat untuk baju couple keluarga.
“Muria Batik kudus menawarkan bermacam-macam produk tidak hanya untuk pakaian lebaran, tapi pakaian formal juga ada blouse hingga kemeja. Namun, kalau lebaran memang keperluan hari raya yang banyak dicari kayak sajadah juga mukena,” ungkapnya.
Sementara itu, mengenai harga dirinya mengungkapkan tak ada kenaikan selama Ramadan, meski bahan bakunya mengalami sedikit kenaikan. Harga setiap produknya dibanderol mulai dari Rp150 hingga Rp1 juta.
“Untuk pembeli batik yang kami produksi hingga saat ini alhamdulillah sudah dari seluruh wilayah Indonesia,” ucap Yuli.
Editor: Ahmad Muhlisin

